Anda janga salah paham.
Bukan kejadiannya yang saya protes.

Komentar orang yang fwd berita itulah yang tidak layak dilontarkan dengan
menggebyah uyah - apalagi memakai kata-kata yang kasar.

-----Original Message-----


nggak perlu emosi gitu mas ..... ! tenang aja mungkin kalo mau referensi
lain coba baca Media Indonesia hari halaman 14 kejadian dibawah ini ada kok
.... !
----------
From: Jopie J Bambang
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] (no subject)
Date: Friday, July 30, 1999 1:40PM

Hebat...
Nampaknya anda punya kecerdasan lebih untuk selalu memojokkan PDI
Perjuangan.

Dalam istilah pemerintah ini yang dinamakan "oknum".
Dalam kacamata orang sehat berita tersebut adalah perseteruan antar dua
kelompok yang saling bersaing bukanlah cerminan PDI Perjuangan seutuhnya.

Saya yakin anda punya otak karena anda tidak mendukung PDI Perjuangan,
begitu?
Sayang otak anda tidak dipakai untuk hal-hal yang lebih bermanfaat selain
memojokkan PDI Perjuangan.

Berhati-hatilah memakai kata-kata...

-----Original Message-----
Date: Thursday, July 29, 1999 8:27 PM
Subject: [Kuli Tinta] (no subject)



Inilah profil orang-orang PDIP, ganas, brutal, nggak punya otak, suka
kekerasan, cap jempol darah dan lain2. Jangankan pendukung partai lain,
sesama teman sendiri aja saling ganyang-mengganyang. Bagaimana nanti
seandainya Mega jadi RI 1? Apa nggak malah ancur negara ini dipimpin oleh
orang-orang gila macam Mega dan para pendukungnya itu. Mungkin mereka pantes
jadi kandidat presiden PARTOGI biar saingan ama gigih dan sam.

Silakan disimak kutipan dibawah ini terus direnungkan, dipikirkan dan dicari
solusinya bersama-sama.

soniaulia

Satgas PDI Perjuangan Saling Bacok, 4 Luka

SUKOHARJO - Hanya selang beberapa jam setelah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan
Megawati Soekarnoputri menyerukan agar kadernya menghindari segala bentuk
kekerasan dalam pidato pada peringatan tragedi 27 Juli 1996 di Jakarta, di
tubuh PDI Perjuangan Sukoharjo justru terjadi pertumpahan darah. Ketua PAC
Kartasura Parjino (39) dan tiga anggota Pasukan Khusus Andalan Megawati
(Passuda) Kecamatan Kartasura, menderita luka-luka akibat bacokan. Mereka
diserang sekelompok Satgas dan Satgassus dengan senjata tajam, Selasa malam
lalu.

Hingga kemarin, Parjino dan salah seorang anggota Passuda Yudi Asianto (40)
masih dirawat di Bangsal Asysyam dan Al-Qomr RS Yarsis, Pabelan, Kartasura.
Parjino menderita luka bacok di lengan kanannya. Untuk menyambung lengannya
yang hampir putus itu, tim medis RS harus melakukan jahitan 27 buah. Yudi
Asianto yang menderita luka di bagian kepala dan punggung sebelah kiri juga
dijahit 24 buah.

Dua korban lainnya, D Yulianto (22) dan Sihno (30), yang juga menderita luka
akibat bacokan senjata tajam, diperbolehkan pulang setelah dirawat beberapa
saat di RS tersebut. Yulianto mendapat sabetan senjata tajam di kaki
kirinya.

Sekretaris DPC PDI-P Sukoharjo FY Heru Samsidjo menuntut Ketua DPC Susmono
Adhimartono bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Menurut beberapa sumber, kejadian itu bermula dari kedatangan sekitar dua
puluh Passuda Kecamatan Kartasura yang dipimpin Ketua PAC Kartasura Parjino.
Mereka mendatangi kediaman Heru Samsidjo dan meminta Sekretaris DPC itu mau
menandatangani Daftar Calon Tetap (DCT) versi Ketua DPC Susmono Adhimartono.

Namun Heru menolak. Sebab, DCT itu tidak sesuai dengan pleno DCT dan PAC 6
Juli lalu. Setelah ditolak, Parjino dengan didukung 20 personel Passuda
menguasai Kantor DPC. Alasan pendudukan kantor itu, karena Parjino ingin
mengamankan aset dan keputusan DPC. Hal itu sesuai dengan Surat Tugas Nomor
115/DPC/13.2/VII/99 yang ditandatangani Susmono dan Wakil Sekretaris DPC Drs
Y Suyoto Sindhumaryoto.

Sekitar pukul 16.30, puluhan Satgas dan Satgassus DPC memberikan ultimatum
terhadap Parjino dan pasukannya itu. Parjino hanya diberi waktu 30 menit
untuk meninggalkan kantor DPC. Pada saat itu kondisinya sudah mulai memanas.
Kapolres Letkol Drs Suherlan yang mendapat laporan segera menempatkan satu
peleton Pasdalmas di depan kantor DPC. ''Jika tak segera dikosongkan, kantor
DPC akan kami bakar,'' teriak anggota Satgas DPC.
[Dihapus]


______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!








______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke