Karena pak Bodo lagi marah a-la PDIP dan udah otomatis nge-delete email
dari ku dari mail boxnya maka :
1. Moga-moga ada netters yang ngejapri beliou dengan e-mail balasanku ini.
2.
Yang pasti :
1. pak Bodo itu salah kalau bilang saya lagi kentut, mungkin bodo itu lagi
marah sampai ke ubun-ubun, sehingga nggak bisa membedakan mana suara
kentut dan mana yang opini, karena realitanya saya sedang mencoba
mengungkapkan apa pendapat.
2. Saya sama sekali nggak bilang pemimpin PDIP itu mantan pelacur,
silahkan pak Bodo baca ulang e-mail saya. Kalau nggak ngerti paragrafnya
silahkan japri saya(Tapi kalau e-mail saya udah di filter ya ndak bisa,
mungkin filternya mesti di hapus lagi deh..)
Yang jelas maksud saya di situ adalah, saya nggak mau kalau calon pemimpin
saya dulunya adalah orang yang tidak bersih, mantan garong, mantan
pelacur, mantan copet, dsb. Ayolah...baca yang benar.
3. Terus terang saya pernah sekali di obatin oleh seorang paranormal,
beliau bisa nyedot darah kotor yang bikin penyakit(bokom). Selebihnya saya
nggak percaya sama dukun.
4. Saya pribadi tidak akan pernah memfilter mail dari siapa pun, kecuali
aku aktifkan filter yang potensi kiriman virus komputer.
5. E-mail replay anda ini sudah jelas menunjukkan siapa pula Prijo Si
Asu BODO.
6. Having fun BODO.
Regar's
On Mon, 2 Aug 1999, Sambodo, Prijo (KPC) wrote:
> Kumkum ....kumkum .....! kamu itu ngomong atau kentut sih .....?
> Kamu di ITB sana itu sekolah atau jadi tukang kebon ......? kok ndak ada
> ciri intelektualnya ....?
>
> Cara ngambil kesimpulan kamu itu nunjukkan isi otakmu .....! dari mana
> kamu ada bukti bahwa pemimpin PDI-P itu mantan pelacur .....? bukankah
> ini nunjukkan kalau otakmu itu ndak beres, sampai menyimpulkan sesuatu
> sesukanya sendiri .....? fitnah itu dosa tau ...!
>
> Kamu itu cocoknya jadi dukun kumkum ....? karena dukun itu biasanya
> ngomong ndak pake penalaran, lebih banyak ngaconya/nipunya. Ini mirip kamu,
> yang bicara ndak nunjukkan kelasmu (yang ngaku lebih berpendidikkan).
>
> Tapi gue setuju, pemimpin "IDEAL" selayaknya masa lalunya, masa sekarangnya
> maupun masa nantinya tiada cacat. Gue setuju, tapi ditambah satu lagi, dia
> diakomodasi sama rakyat. Tapi apakah ada pemimpin itu sekarang ini .....?
> (yang bersih, tidak pernah tersangkut sama rezim korup, tidak pernah
> dibiayai sama rezim korup, dan pilihan rakyat/alias didukung sama rakyat
> ....?, tidak suka nggombal sana-sini bikin bingung rakyat ....? )
> jawabnya ada, yaitu .....
>
> Udah ah, mulai saat ini gue nganggap kumkum radja bego, percuma dialog sama
> kumkum, ndak maju-maju (gue lebih seneng baca tulisannya si
> Sam/Iwan/Gludug/etc, walau kadang dia mbeling tapi masih jauh lebih bermutu
> ketimbang dialog sama kumkum). Antara kenyataan sama kesimpulan selalu
> ngawur.
>
> Untuk itu ini yang terakhir gue baca tulisannya kumkum, selanjutnya gue
> aktifkan program filtering gue, semua tulisannya kumkum akan automatically
> di delete, ciao......!
>
> Regar's (niru gobloknya si kumkum, masak nulis regard saja
> dikeluri-keliru'in = kelihatan gobloknya)
>
> Paijo Bodo
> (Sorry Gih .....! ini debat kusir yang terakhir kok, no more discussion
> lagi ambek arek iki ....!)
>
>
> > ----------
> > From: Raja Komkom Siregar
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Megawati Gate?
> >
> > Kalau para pemimpin moralnya seperti yang di gambarkan pak Bodo, maka
> > boleh taruhan deh, negara kita akan menjadi negara AMORAL.
> >
> > Mungkin pak Bodo ini mau kalau pemimpinnya mantan pelacur !
> > Kalau saya sih, amit-amit deh ....
> >
> > Yang namanya pemimpin itu kan haruslah orang yang masa lalu dan masa
> > sekarangnya bersih, Nggak tahu ya untuk masa ke depan.
> >
> > Regar's
> >
> > On Thu, 29 Jul 1999, Sambodo, Prijo (KPC) wrote:
> >
> > > Yah seperti inilah contoh calon-calon pemimpin bangsa Indonesia (atau
> > > bangsat Indonesia...?), sangat kreatif dalam mempengaruhi orang lain
> > (kalau
> > > mempengaruhi secara positip yah bolehlah, tapi ini .....?)
> > > Sebuah contoh dari orang-orang terdidik bangsa ini, yang rela
> > menghabiskan
> > > waktu sekolahnya hanya untuk sekedar menjelek-jelekan orang lain (gue
> > malu
> > > rasanya) , membeberkan masa lalu seseorang ditambah bumbu-bumbu komentar
> > > buah hayalannya sendiri.
> > >
> > > Kumkum kalau boleh nanya, apa relevansi dari masa lalu seseorang dengan
> > yang
> > > dilakukan sekarang atau untuk masa depan ...?
> > >
> > > Misalnya, kumkum ketangkap basah sedang masturbasi waktu SMP di toilet
> > > belakang sekolah. Terus (ceritanya) sekarang kumkum mencalonkan diri
> > sebagai
> > > RI1. Tiba-tiba ada yang protes di MPR tentang pencalonan kumkum, ketika
> > > ditanya, dia bilang kumkum dulu pernah tertangkap sedang masturbasi
> > > disekolahnya. Kira-kira bisa dijalin hubungan masa lalu dengan masa
> > sekarang
> > > (dan dibenarkan)....? dan dewasa-kah alasan tersebut .....?
> > >
> > > Kumkum, jadikanlah masa lalu HANYA sebagai kenangan dan bukannya penjara
> > > atau stempel yang akan melekat terus pada kita sehingga mengganggu gerak
> > > masa kini atau malah masa depan kita. Sedikit yang kita pelajari dari
> > masa
> > > lalu adalah pengalaman yang telah diberikan. Masa kini kita ibaratkan
> > pintu
> > > yang akan kita buka dimana diluar pintu itu akan kita lihat cakrawala
> > > harapan masa depan. Jadi, dengan pengalaman masa lalu kita kuatkan masa
> > kini
> > > untuk menyongsong masa depan.
> > >
> > > Jreeeeeeeng, eng ing eng .........!
> > >
> > > Paijo Bodo (ASu)
> >
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!