Pak Sambodo,

Santai sajalah... dalam alam diskusi ini masing-masing punya gaya. Mungkin
gaya pak komkom itu kurang berkenan bagi anda (dan mungkin juga bagi saya).
Tapi kita hargai saja. Kalau dianggap tidak menarik, delete saja, tak usah
dibaca atau tak usah ditanggapi daripada menjadi debat kusir. Juga tak usah
emosi, santai saja.

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub

-----Original Message-----
From: Sambodo, Prijo (KPC) <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 02 Agustus 1999 9:03
Subject: [Kuli Tinta] Terakhir buat kumkum Raja Nan Beg.............


Kumkum ....kumkum .....!     kamu itu ngomong atau kentut sih .....?
Kamu di ITB sana itu sekolah atau jadi tukang kebon ......?    kok ndak ada
ciri intelektualnya  ....?

Cara ngambil kesimpulan kamu itu nunjukkan isi otakmu .....!      dari mana
kamu ada bukti bahwa pemimpin PDI-P itu mantan pelacur .....?     bukankah
ini nunjukkan kalau otakmu itu ndak beres, sampai menyimpulkan sesuatu
sesukanya sendiri .....?      fitnah itu dosa tau ...!

Kamu itu cocoknya jadi dukun kumkum ....?    karena dukun itu biasanya
ngomong ndak pake penalaran, lebih banyak ngaconya/nipunya. Ini mirip kamu,
yang bicara ndak nunjukkan kelasmu (yang ngaku lebih berpendidikkan).

Tapi gue setuju, pemimpin "IDEAL" selayaknya masa lalunya, masa sekarangnya
maupun masa nantinya tiada cacat. Gue setuju, tapi ditambah satu lagi, dia
diakomodasi sama rakyat. Tapi apakah ada pemimpin itu sekarang ini .....?
(yang bersih, tidak pernah tersangkut sama rezim korup, tidak pernah
dibiayai sama rezim korup, dan pilihan rakyat/alias didukung sama rakyat
....?, tidak suka nggombal sana-sini bikin bingung rakyat ....?  )
jawabnya ada, yaitu .....

Udah ah, mulai saat ini gue nganggap kumkum radja bego, percuma dialog sama
kumkum, ndak maju-maju (gue lebih seneng baca tulisannya si
Sam/Iwan/Gludug/etc, walau kadang dia mbeling tapi masih jauh lebih bermutu
ketimbang dialog sama kumkum). Antara kenyataan sama kesimpulan selalu
ngawur.

Untuk itu ini yang terakhir gue baca tulisannya kumkum, selanjutnya gue
aktifkan program filtering gue, semua tulisannya kumkum akan automatically
di delete, ciao......!

Regar's   (niru gobloknya si kumkum, masak nulis regard saja
dikeluri-keliru'in = kelihatan gobloknya)

Paijo Bodo
(Sorry Gih .....!    ini debat kusir yang terakhir kok, no more discussion
lagi ambek arek iki ....!)


> ----------
> From: Raja Komkom Siregar
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Megawati Gate?
>
> Kalau para pemimpin moralnya seperti yang di gambarkan pak Bodo, maka
> boleh taruhan deh, negara kita akan menjadi negara AMORAL.
>
> Mungkin pak Bodo ini mau kalau pemimpinnya mantan pelacur !
> Kalau saya sih, amit-amit deh ....
>
> Yang namanya pemimpin itu kan haruslah orang yang masa lalu dan masa
> sekarangnya bersih, Nggak tahu ya untuk masa ke depan.
>
> Regar's
>
> On Thu, 29 Jul 1999, Sambodo, Prijo (KPC) wrote:
>
> > Yah seperti inilah contoh calon-calon pemimpin bangsa Indonesia (atau
> > bangsat Indonesia...?), sangat kreatif dalam mempengaruhi orang lain
> (kalau
> > mempengaruhi secara positip yah bolehlah, tapi ini .....?)
> > Sebuah contoh dari orang-orang terdidik bangsa ini, yang rela
> menghabiskan
> > waktu sekolahnya hanya untuk sekedar menjelek-jelekan orang lain (gue
> malu
> > rasanya) , membeberkan masa lalu seseorang ditambah bumbu-bumbu komentar
> > buah hayalannya sendiri.
> >
> > Kumkum kalau boleh nanya, apa relevansi dari masa lalu seseorang dengan
> yang
> > dilakukan sekarang atau untuk masa depan ...?
> >
> > Misalnya, kumkum ketangkap basah sedang masturbasi waktu SMP di toilet
> > belakang sekolah. Terus (ceritanya) sekarang kumkum mencalonkan diri
> sebagai
> > RI1. Tiba-tiba ada yang protes di MPR tentang pencalonan kumkum, ketika
> > ditanya, dia bilang kumkum dulu pernah tertangkap sedang masturbasi
> > disekolahnya. Kira-kira bisa dijalin hubungan masa lalu dengan masa
> sekarang
> > (dan dibenarkan)....? dan dewasa-kah alasan tersebut .....?
> >
> > Kumkum, jadikanlah masa lalu HANYA sebagai kenangan dan bukannya penjara
> > atau stempel yang akan melekat terus pada kita sehingga mengganggu gerak
> > masa kini atau malah masa depan kita. Sedikit yang kita pelajari dari
> masa
> > lalu adalah pengalaman yang telah diberikan. Masa kini kita ibaratkan
> pintu
> > yang akan kita buka dimana diluar pintu itu akan kita lihat cakrawala
> > harapan masa depan. Jadi, dengan pengalaman masa lalu kita kuatkan masa
> kini
> > untuk menyongsong masa depan.
> >
> > Jreeeeeeeng, eng ing eng .........!
> >
> > Paijo Bodo (ASu)
>

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke