Bung Andriecht,
Dalam perjalanan darat dari Jember ke Pasir putih dimalam pekat mobil saya
kehabisan bensin dipanyawangan. Sebuah tempat ditepi jurang dan jauh dari
rumah penduduk. Tiba-tiba sebuah sepeda motor mendekat bertanya. Setelah
tahu masalahnya, dia menawarkan berbagi dua isi tangki motornya dengan
meminta imbalan Rp. 500.000.- tidak kurang.
Jalan ini sangat jarang yang melewati kalau lewat tengah malam begini.
Pada saat itu saya setuju, tanpa harus berdebat minta perobahan tarip ke
Pertamina atau DPR.
Bung Andriecht, keadaan Aceh hari ini dapat dipandang emergency, dan butuh
crash program. Kebetulan saya yakin pendekatan kesejahteraan dapat
mendinginkan situasi, sebelum dilanjutkan dengan tindakan yang konsepsional.
Dan Arun hanya salah satu dari sekian banyak kekayaan Aceh. Bukan segalanya,
dan tidak seberapa dibanding dengan kesediaan dan ketulusan rakyat Aceh
untuk tetap bergabung dalam Indonesia.
Disini berlaku : time value of action. Diperlukan sense of crisis sebelum
kebakaran membumi hanguskan semuanya. Bukan menunggu hasil temuan tim
independen.
Bahwa Anda tidak setuju, mestinya mengajukan alternatif solusi yang lebih
baik dong....
Yap
>From: "Andriecht" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Masalah Aceh
>Date: Mon, 2 Aug 1999 09:13:35 +0700
>
>
>-----Original Message-----
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Saturday, July 31, 1999 11:00 AM
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Masalah Aceh
>
>
> >Nggak perlu berbelit belit. Kalau konsep Megawati diadopsi Habibie, inti
> >masalah Aceh terpecahkan. Yang lainnya bisa diselesaikan sambil jalan.
> >Maksud saya, kalau Pemerintah memberikan SELURUH hasil dari ladang minyak
> >Arun untuk rakyat Aceh, sementara hasil lainnnya tetap menjadi porsi
>Pusat,
> >maka akan banyak kemajuan ekonomi yang terjadi disana.
>
>
>Salam,
>
>Dengan demikian rasanya UUD45 pasal 33 ayat 3 akan berbunyi sebagai
>berikut:
>
>" Bumi dan air dan seluruh kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai
>oleh
>pemerintah daerah masing-masing untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk
>kemakmuran rakyat di daerah tersebut."
>
>Rasanya aku tidak setuju deh, saya lebih suka kita memandang Indonesia
>sebagai satu kesatuan yang utuh, artinya kekayaan alam di daerah satu dapat
>pula dirasakan manfaatnya oleh daerah yang kekurangan, saling tolong
>menolong antara daerah satu dengan yang lain, yah ibarat hubungan
>ketetanggaan jaman dulu lah, saling membantu tanpa pamrih. Agar berjalan
>mulus tentu saja harus diatur dengan baik.
>
>Tapi untuk kasus aceh tampaknya sulit juga yah, ibarat nasi sudah jadi
>bubur, begini salah begitu salah,.ada yang tahu tidak, siapa sih yang
>paling
>diuntungkan dengan semakin berkobarnya kerusuhan di aceh tersebut.
>
>Jangan sebut pak Harto, karena pak harto sudah sepuh,..
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!