Wah....jangan-lah saya dimarahi....:)

Saya hanya mencoba mengajak Rekan sekalian untuk merenungkan
bagaimana keadaan kita semua pada saat saat seperti ini ?

Kayanya para pejabat kita sudah tidak mempunyai 'Malu' lagi.
Kayanya para pejabat kita sudah 'EGP'.
Kayanya para pejabat kita sudah engga tau mana yg salah mana yg bener.

Ya sudah, its too late baby kan ?  

Nah, bagaimana dg genreasi penerus kita ?


Salam,
bRidWaN

-------
At 09:04 AM 8/14/99 +0700, c= wrote:
>
>Beberapa kasus di daerah guru PMP atau agama memperkosa muridnya.
>
>Dosen kawin dengan mahasiswanya atau dosen pacaran dengan mahasiswanya
>
>Nilai ujian bisa dibeli atau dengan setor kenikmatan.
>
>Kebohongan merajalela. Kasus kasad mata Wardah, Teten  dan demikian banyak
>kasus dimana nalar sudah tidak bekerja lagi.
>
>Orang bilang bahwa hukum harus menjadi panglima, namun siapa yang akan
>menegakkan?
>
>Yang harus diajari budi pekerti dan etika moral bukan murid di sekolah,
>Bung.
>
>Ketika mhs berteriak mengenai reformasi total mungin mereka  tidak mengira
>sama sekali bahwa ternyata kebobrokan bangsa ini diluar jangkauan mereka.
>
>Tanda-tanda kemunculan satu target sudah mulai tampak ..........
>
>
>----- Original Message -----
>From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Kelihatannya pelajaran Budi Pekerti disekolah harus dimulai lagi
>dan disosialisasikan, terutama mengenai Moral, Etika dan Budaya Malu.
>
>Pelajaran Agama ? Kelihatannya pelajaran Agama lebih 'pas' kalau
>diajarkan dirumah saja. Kalau disekolah koq terkesan hanya untuk
>dipelajari menjelang ulangan/ujian.
>
>Ah, sudah ah....nanti saya dianggap menimbulkan keresahan....:)
>
>Salam,
>bRidWaN
 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke