Syukurlah kalau saya ternyata masih 'normal'...:)
Dan beruntung saya dulu pernah belajar AGAMA pada
waktu sekolah, dimana saya diajarkan "Mana yang boleh,
Mana yang setengah boleh setengah tidak boleh dan
Mana yang tidak boleh" dilakukan dalam hidup ini.
Salam,
bRidWaN
At 08:03 AM 8/14/99 +0700, c= wrote:
> Ah. enggak juga. Tinggal melihat standard kalibrasi
> mana yang akan digunakan.
>----- Original Message -----
>From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 13 August 1999 10:48
>
> Kata orang kalau di-Indonesia, berbohong itu tidak dilarang,
> malah didukung. Kalau jujur malahan dikatakan aneh dan bahaya,
> karena bisa mengganggu stabilitas........
>
> Terbalikkah saya ?
>
> Salam,
> bRidWaN
>At 05:31 PM 8/4/99 +0700, Raja Komkom Siregar wrote:
>>On Wed, 4 Aug 1999, [Windows-1252] �� wrote:
>>
>>> Hanya ada dua cara untuk menutup kebohongan.
>>> Pertama membuat kebohongan baru, kedua mengakui kebohongan itu.
>>
>>Rasanya kok 2 cara menutup kebohongan anda nggak betul,
>>Alasan pertama OK, membuat kebohongan baru bisa menutup kebohongan
>>sebelumnya.
>>Alasan kedua, mengakui kebohongan jelas salah, itu bukan menutup, tapi
>>malah membuka :-) kebohongan.
>>
>>>
>>> Yang sekarang cenderung banyak terjadi adalah yang pertama.
>>>
>>Sayang sekali yah...
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!