He.. he... mengurangi rasa sakit memang tidak perlu berpikir Bung.
Itulah awal kerusakan yang dimulai dari Jakarta!
Jakarta sentris adalah salah satu penyebab mengapa anak-anak daerah "ora
eling marang sangkan paraning dumadi" Masih ingat Jontor dalam cerita
Unyil? Anak Playen Wonosari yang dibesarkan di Jakarta malu untuk menyebut
asalnya. Pantas saja geografi mereka jeblok karena selalu mengatakan akan
pulang ke Jawa untuk mengatakan pulang ke Playen. Apakah Jakarta diluar
pulau Jawa?
Seolah-olah pembangunan Indonesia seperti pembangunan Jakarta. Semuanya
serba terpusat termasuk kurikulum. Telah terjadi suatu perubahan yang luar
biasa sejak saat itu. Coba lihat kebiasaan mengecat baju atau tanda tangan
di baju ketika naik kelas itu. Belum lama ini saya pergi ke beberapa desa
pada saat kenaikan kelas. Masya Allah..... budaya itu sangat distortif. Baju
bagi mereka bukan barang yang murah. demikian pula cat tu.... namun mereka
berperilaku seperti anak yang berasal bukan dari desa itu.
Kerusakan model pendidikan adalah harga yang harus dibayar. Pak Fuad dan Ibu
Conny pernah berbicara mengenai hal itu di TV. Romo Mangun almarhum
mengatakan bahwa untuk memperbaki generasi yad adalah melalui pendidikan.
Bagaimanapun juga konsep Ki Hadjar Dewantoro mengenai pendidikan keluarga,
sekolah, dan masyarakat masih sangat releva!
Saya setuju bahwa pendidikan Budi Pekerti di sekolah bukan merupakan sarana
yang efektif untuk membentuk perilaku. Membangun kebiasaan yang baik di
keluarga, masyarakat, dan sekolah adalah cara efektif untuk membangun values
system peserta didik. Di sekolah dibiasakan sistem nilai kejujuran, namun
bila di rumah anak mengetahui bahwa kekayaan ortunya diperoleh melalui tidak
jujur maka ya sami mawon to Mas!
Bagaimanapun juga good governance adalah landasan awal untuk memperbaiki
system nilai masyarakat. Oleh kaena itu, dibutuhkan pemimpin yang bisa
memberi keteladanan dan bukan hanya ngomong saja.
Presiden dan keluarganya KKN, apa salah kalau pejabat di bawahnya melakukan
hal yang sama dengan ukuran yang lebih kecil. Model KKN itu sudah sampai di
tingkat kelurahan Bung! Anak dan keluarga presiden berbisnis, anak dan
keluarga wakil presiden berbisnis, anak dan keluarga menteri berbisnis, anak
dan keluarga gubernur berbisnis, anak dan keluarga bupati berbisnis, anak
dan keluarga camat berbisnis, anak dan keluarga lurah berbisnis. Mereka
masing-masing memiliki strata kroni Bung!
Pendidkan agama di sekolah itu lebih bernuansa politis Bung dibanding nuansa
moralnya.
----- Original Message -----
From: Sams <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 15 August 1999 15:50
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kebohongan
Apakah bisa dijamin bahwa pelajaran budi pekerti bisa lebih baik
daripada pelajaran agama ?
Menurut ibunda saya yang mantan Guru SMA, salah satu penyebab kenapa
pelajaran budi pekerti dihapus karena tidak efektif memperbaiki akhlak
anak-anak muda di tahun 1970-an. Anda yang sekarang berusia kepala empat
atau lima, mungkin lebih tahu soal obat bius dan kenakalan remaja di
tahun 1970-an. Karena itulah lantas ada pelajaran agama.
Saya kira kualitas cara mengajarnya yang harus diperbaiki ?
S a m
bRidWaN wrote:
>
> Itu sebabnya saya bilang, agar pelajaran Budi Pekerti
> dihidupkan lagi disekolah. Lumayan kan untuk mencuci
> otak anak2 kita yang setiap hari melihat kebiasaaan
> ini, baik disekelilingnya maupun di Media2.
>
> Kalau pelajaran Agama ?
>
> Apa kita mau bilang kalau Menteri A atau Bapak B atau
> Pak Dirjen C tidak pernah belajar Agama disekolahnya dulu ???
>
> Salam,
> bRidWaN
>
> At 03:14 AM 8/14/99 GMT, Titiek Darmono wrote:
> > Saya sependapat dengan anda2, kayaknya melakukan kebohongan
> > itu sah2 aja, dan tampaknya disegala bidang kehidupan di
> > negara kita ini, apa memang udah mengkristal and seterusnya
> > membudaya ???. Eh, kayak korupsi aja.
> > Bye,
> > Titiek
>
> >>From: [EMAIL PROTECTED]
> >>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >>To: [EMAIL PROTECTED]
> >>Subject: Re: [Kuli Tinta] Kebohongan
> >>Date: Fri, 13 Aug 1999 17:41:44 +0700
> >>
> >>
> >> Kata orang kalau di-Indonesia, berbohong itu tidak dilarang,
> >> malah didukung. Kalau jujur malahan dikatakan aneh dan bahaya,
> >> karena bisa mengganggu stabilitas........
> >>
> >> Terbalikkah saya ?
>
> >>==========================
> >>Enggak tuh... emang sekarang ini kan gaya hidup di Indonesia kayak
begitu
> >>semua... mana ada lagi manusia yang jujur di Indonesia ini... kalaupun
> >>ada.. bisa dihitung dengan jari ....
> >>
> >>regards..
> >>
> >>= dave =
>
>
> ______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!