Susah untuk memberantas pengedaran narkotika ini, sama saja kita diskusi
bagaimana caranya memberantas perjudian, kedua jenis penyakit ini adalah
penyakit menahun yang sudah terlalu lama hidup di dunia ini, setau saya
judi itu sudah ada sejak jaman nabi-nabi dulu, jadi bayangkan sebagaimana
mengakarnya penyakit itu di dalam tubuh manusia.
Balik ke masalah pengedaran narkotika, aku rasa pekerjaan itu adalah
pekerjaan yang mempunyai resiko kecil (kalau tidak ketiban sial dijebak
aparat) tapi menghasilkan duit yang lumayan gede, di Palembang saja, para
pengedar ganja hasil selundupan dari Aceh bisa mengantongi uang hasil
penjualan ganja itu sebesar Rp. 500.000 per ampul ( 1 ampul terdiri dari 10
linting ganja kering ) hanya dalam waktu kurang dari 2 menit, ngobrol, liat
barang, tawar menawar sebentar, trus deal..
bisa dibayangkan dalam waktu kurang dari 2 menit bisa dapet duit 500.000,
sedangkan kita-kita yang dikantoran harus kena marah dulu, kena damprat
atasan dulu, pusing / stree dahulu untuk ngedapetin duit sebanyak itu..
gimana enggak orang-orang yang dari kelas menengah ke bawah tertarik untuk
melakukan kegiatan itu ? disamping itu juga adik-adik kita yang masih bau
kencur itu juga terlena dengan asap neraka itu, pas jadi.. yang mau ngejual
dengan iming-iming imbalan tinggi banyak, pangsa pasar juga terbuka lebar..
cocok..!!
Aku rasa sih untuk menghentikan peredaran obat terlarang ini hanya perlu
kesadaran dari kita masing-masing yang lebih tua untuk jangan ikutan-ikutan
latah seperti mereka, malah kalau bisa berusaha menarik mereka-mereka yang
sudah terlibat jauh di dalam lingkaran setan itu supaya bisa keluar,
walaupun aku tau hal itu sangat sulit untuk dilakukan, harus siap-siap
korban perasaan dulu.
Tapi itupun belum cukup selagi aparat hukum dan perangkat hukum yang ada di
negeri ini memproteksi kita dari bahaya narkotika, aku setuju dengan
pendapat beberapa netter yang ingin menerapkan hukuman seberat-beratnya
pada pengedar narkotika berikut pemakainya, biar mereka jera atau minimal
berpikiran dua kali untuk memasukkan barang haram tersebut ke indonesia,
tapi bagaimana mungkin itu bisa kita capai, kalau mental aparat sendiri
juga masih bobrok ? contoh kasus saja seperti keterlibatan anggota kopassus
dalam pengedaran shabu-shabu baru-baru ini, yang jadi pertanyaan saya, dari
mana anggota kopassus itu bisa mendapat barang dalam jumlah yang cukup
fantastis itu ? apakah mungkin barang-barang itu bukan merupakan hasil
sitaan dari operasi-operasi sebelumnya ?
temenku pernah cerita, bahwa di aceh sana, di bawah kaki gunung leuser,
mereka pernah salah jalan waktu mau mencoba mendaki ke puncak gunung
tersebut, dan mau tau mereka nyasar kemana ? "LADANG GANJA" seluas ratusan
hektar, dan mau tau milik siapa ? "Tentara" !
dari mana mereka tau ladang itu punya tentara ? yang ngejaganya bawa M-16,
pake loreng dan bertampang ganas ! untung mereka enggak keburu ditembak
mati disana.
Jadi bisa dibayangin kan gimana susahnya ngeberantas lingkaran setan ini ?
regards..
= dave =
yang berusaha enggak kayak dulu lagi....doain ya....
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!