Untuk masalah ini aku ingin share sedikit tentang mengapa sebagian TNI
begitu ngotot bertahan di Aceh (dengan segala cara), berikut ini petikan
korepondensi ku dengan bpk. Syahbuddin Abdurrauf/SA (Kepala pelatihan GAM di
Libya).
CA:
.....
>Saya hanya ingin mengajukan sebuah pertanyaan yang saya pikir sangat
penting
>buat saya yaitu, siapa pemilik kebun-2 ganja yang jumlahnya mungkin ribuan
>hektar di seluruh Aceh...? apakah GAM memiliki aset disana atau tidak...?
.....
SA:
....
Oleh karena itu, tidaklah kita heran bila mereka sendiri yang menanam segala
pohon ganja dan
sejenisnya lantas menuduh kita Atjeh yang melakukannya...
rumor ini bukan baru lagi tetapi aku sangat berharap agar para pembesar
negara ini dan dunia internasional terbuka matanya kenapa TNI begitu ngotot
di Aceh.
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, August 19, 1999 8:45 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] narkotika dan pengedar
>
> Susah untuk memberantas pengedaran narkotika ini, sama saja kita diskusi
> bagaimana caranya memberantas perjudian, kedua jenis penyakit ini adalah
> penyakit menahun yang sudah terlalu lama hidup di dunia ini, setau saya
> judi itu sudah ada sejak jaman nabi-nabi dulu, jadi bayangkan sebagaimana
> mengakarnya penyakit itu di dalam tubuh manusia.
> Balik ke masalah pengedaran narkotika, aku rasa pekerjaan itu adalah
> pekerjaan yang mempunyai resiko kecil (kalau tidak ketiban sial dijebak
> aparat) tapi menghasilkan duit yang lumayan gede, di Palembang saja, para
> pengedar ganja hasil selundupan dari Aceh bisa mengantongi uang hasil
> penjualan ganja itu sebesar Rp. 500.000 per ampul ( 1 ampul terdiri dari
10
> linting ganja kering ) hanya dalam waktu kurang dari 2 menit, ngobrol,
liat
> barang, tawar menawar sebentar, trus deal..
> bisa dibayangkan dalam waktu kurang dari 2 menit bisa dapet duit 500.000,
> sedangkan kita-kita yang dikantoran harus kena marah dulu, kena damprat
> atasan dulu, pusing / stree dahulu untuk ngedapetin duit sebanyak itu..
> gimana enggak orang-orang yang dari kelas menengah ke bawah tertarik untuk
> melakukan kegiatan itu ? disamping itu juga adik-adik kita yang masih bau
> kencur itu juga terlena dengan asap neraka itu, pas jadi.. yang mau
ngejual
> dengan iming-iming imbalan tinggi banyak, pangsa pasar juga terbuka
lebar..
> cocok..!!
> Aku rasa sih untuk menghentikan peredaran obat terlarang ini hanya perlu
> kesadaran dari kita masing-masing yang lebih tua untuk jangan
ikutan-ikutan
> latah seperti mereka, malah kalau bisa berusaha menarik mereka-mereka yang
> sudah terlibat jauh di dalam lingkaran setan itu supaya bisa keluar,
> walaupun aku tau hal itu sangat sulit untuk dilakukan, harus siap-siap
> korban perasaan dulu.
> Tapi itupun belum cukup selagi aparat hukum dan perangkat hukum yang ada
di
> negeri ini memproteksi kita dari bahaya narkotika, aku setuju dengan
> pendapat beberapa netter yang ingin menerapkan hukuman seberat-beratnya
> pada pengedar narkotika berikut pemakainya, biar mereka jera atau minimal
> berpikiran dua kali untuk memasukkan barang haram tersebut ke indonesia,
> tapi bagaimana mungkin itu bisa kita capai, kalau mental aparat sendiri
> juga masih bobrok ? contoh kasus saja seperti keterlibatan anggota
kopassus
> dalam pengedaran shabu-shabu baru-baru ini, yang jadi pertanyaan saya,
dari
> mana anggota kopassus itu bisa mendapat barang dalam jumlah yang cukup
> fantastis itu ? apakah mungkin barang-barang itu bukan merupakan hasil
> sitaan dari operasi-operasi sebelumnya ?
> temenku pernah cerita, bahwa di aceh sana, di bawah kaki gunung leuser,
> mereka pernah salah jalan waktu mau mencoba mendaki ke puncak gunung
> tersebut, dan mau tau mereka nyasar kemana ? "LADANG GANJA" seluas ratusan
> hektar, dan mau tau milik siapa ? "Tentara" !
> dari mana mereka tau ladang itu punya tentara ? yang ngejaganya bawa M-16,
> pake loreng dan bertampang ganas ! untung mereka enggak keburu ditembak
> mati disana.
> Jadi bisa dibayangin kan gimana susahnya ngeberantas lingkaran setan ini ?
>
> regards..
> = dave =
> yang berusaha enggak kayak dulu lagi....doain ya....
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!