Ya pati nggak dong. Justru inilah yang bikin kacau.
Makanya open saja saya kritik habis Frederick Winslow Taylor yang melahirkan
aliran sesat manajemen, lalu menempatkan manajer dipuncak piramida.
Pada jaman revolusi industri, itu masih relevan. Tetapi ketika humanisme
makin mengemuka, protes yang timbul menjadikan konsep usang ini harus masuk
tong sampah.
Cobalah kita renungkan : getting things done through the effort of other
people. Lha dia sendiri ngapain? Nonton, nongkrong, sambil ngumpulin dan
nge-klaim hasilnya?
Ah kepancing juga gue. Tapi nggak apalah, biar seruuuu....
Yap.
(open mind, and welcome critics)
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] PENGENDALIAN
>Date: Wed, 18 Aug 1999 22:45:06 +0700
>
>Ditanggapi aaaaah....
>
>
>----- Original Message -----
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Dalam 'born leader' fungsi kepemimpinan tercampur aduk dengan managerial,
>sehingga ditolerir dengan istilah 'leader manager' atau sebaliknya.
>
>Untuk skala Indonesia, siapa yang masih pantas disebut pemimpin?
>
>Yap
>================================
>
>Apakah manager pasti seorang leader ?
>
>
>Tak tunggu jawabannya a Boss.
>
>
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!