Dipancingpun nggak apa kok. Kan positip nuansanya. It's ok, Boss.
Yang saya tahu, para behaviorist-pun sudah mengkritisi
contaminated-management ini.
Sekarang, pada zaman pasca Michael Potter, kiblatnya semakin ketimur. Konsep
superstarism Barat semakin pudar digilas teamwork Timur, yang di Indonesia
bernama Gotong Royong.
Dengan smart Robert Semler Jr. memberi pembelajaran dan sekaligus kritik
tuntas, bukan dengan teori, tetapi dengan praktek, dari 'laboratorium
bisnis'-nya dinegara hyper inflasi Brasil, dan mampu mencuat setara
Mitsubishi-Heavy Industry, Saab company dan bahkan sempat mencuri kekaguman
Lee Iacoca, dalam waktu teramat singkat untuk ukuran orang normal membangun
imperium bisnis macam itu.
Dia gulung konsep organisasi, dia rata tanah-kan kaidah manajemen, dia
cibirkan total financial engineering. Bahkan dia campakkan hampir semua
formula. Professorkah dia? Bukan. Hanya seorang piatu malang yang terdesak
kebutuhan keluarga sambil dapet warisan hutang almarhum ayahnya.
Dia konsisten mengapresiasi manusia sebagai manusia, dengan konsep yang dia
warisi dari nenek moyangnya : pemburu. Dan, hanya masalah penguasaan mass
communication yang tidak memihak dia, makanya sayapun secara kebetulan saja
mendapati artikel kecil tentang dia disebuah publikasi di Guam University
tahun 1992 yang lalu. Tapi sungguh inspiring.
Ah, betapa dunia terus dan terus berubah, melahirkan mutiara-mutiara yang
menakjubkan.
Bagi yang masih terkagum kagum dengan manajemen, persilahkan.
Bagi yang antusias masuk kekoridor leadership, termasuk filosofi perangnya
Sin Szu, bagus saja. Agar mozaik dunia semakin bersinar.
Yang jelas kalau seorang mau getting things done hanya dengan effort of
other people, dan bukannya terlibat langsung didalamnya, bahu membahu dalam
teamwork, kesannya tetap manipulatip juga. Ing-ing-Tut jelas lebih baik.
Era kejayaan mandor sudah berakhir, bersama mencuatnya terminologi :
partnership, councelor, piramida terbalik, semangat pelayanan dan segudang
lainnya yang sedang dan akan terus bermunculan.
Manajemen masih valid, sejauh konsepnya terus diupdate menuju ke semakin
mengapreasi sesama manusia. Bukan sekedar mengeluarkan (meng-exclude)
manusia dari faktor produksi.
Juga tidak dengan lip service yang menyatakan Labor (Tenaga Kerja / SDM)
adalah asset, sementara accounting report tetap menempatkan SDM pada unsur
COST, yang menjadi sasaran pertama pemangkasan ketika masalah effisiensi
mengemuka. Satu diantaranya, karena bargaining position para pekerja memang
sangat rendah. Salah satunya akibat persepsi usang tentang faktor produksi
dan konsep produktivitas.
Sejak kapan Cost masuk kategori Asset? Atau saya sudah ketinggalan info?
Yang saya tahu dalam Accounting report, Asset bagian dari Balance-sheet
sementara Cost bagian dari Income Statement. Sama sekali nggak serumpun.
Atau sudah mampukah akunting menyajikan model yang memasukkan Labor sebagai
Asset? Kalau belum, atau cuma eksepsional, apa arti semua pernyataan kosong
tentang SDM adalah asset? Realistis sajalah.
Ada kok caranya mengkapitalisir SDM untuk bersinergi meningkatkan
produktivitas. Nggak perlu belajar jauh-jauh. Saya mendapatnya dari KH
Zainuddin MZ ketika berkisah tentang Khalifah Umar bin Chattab. 'Wacholichin
naas sabichuluchin hazaniin' (dan pergaulilah manusia dengan achlak yang
baik). Itulah konsep dasar saya menghadapi dan sekaligus mengkapitalisir
potensi teman-teman saya, yang oleh istilah formal disebut labor, pekerja,
atau SDM. Kenapa? Karena mereka manusia.....
Yap
(simplify the complicated things by discren what is inside)
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] PENGENDALIAN
>Date: Thu, 19 Aug 1999 13:22:58 +0700
>
>Tangapan untuk Bung Yap dan Bung Dave,
>
>Ngak ada yang memancing Boss, kita kan lagi asal ngablak. Apa dipikir kita
>serius.....?
>
>Ah.. Taylor..., dia kan bagian dari sejarah dengan pendekatan
>mekanistiknya.
>Wajar toh dalam situasi dan kondisi saat itu? Tanpa Fayol di sisi seberang
>yang bercabang ke behavioral sciences manajemen kan tidak berbunyi. Apa sih
>teori manajemen itu ?
>
>Bung Yap: "Yang di puncak piramida ngapain? "
>Lho ... Bung Yap kan sudah menjelaskan proses kepemimpinan itu. Menciptakan
>lingkungan yang memotivasi dong... Siapa yang akan mengambil peran itu
>kalau bukan manajer. Nanti kalau semua staf menjadi pemimpin kan refot....
>Yang pasti output organisasi adalah hasil dari seluruh anggota organisasi
>Apa yang ditulis Marry parker Follet; "management is getting things done
>though other people" menyiratkan bahwa manajer tidak bisa mewujudkan tujuan
>organisasi sendiri. Justru manajer kopig yang mengklaim keberhasilan
>organisasi adalah prestasinya. Oleh karena itu, saya lebih cenderung setuju
>dengan Bung Dave bahwa manajer harus seorang pemimpin agar bisa menjalankan
>proses kepemimpinannya dengan efektif dan efisien. Yang menjadi masalah,
>banyak manajer bukan leader. Anak buah nggak kompak, diskoordinasi,
>diskomunikasi, dan disintegrasi didalam organisasi adalah indikator the
>absence of leadership. He...he... bagaimana dengan HBB?
>
>Lho kita koq jadi ngelantur jauh sekali...
>Ah, itu kan karena pertanyaan om beDoer mengenai pengendalian dan
>mengendalikan, serta pernyataan Om Hasan mengenai team work.
>
>Bagaimana om?
>
>��
>(Diskusi dengan orang pandai biar ikutan jadi pandai ah....)
>
>
>----- Original Message -----
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 19 August 1999 17:50
>Subject: Re: [Kuli Tinta] PENGENDALIAN
>
>
>Ya pati nggak dong. Justru inilah yang bikin kacau.
>Makanya open saja saya kritik habis Frederick Winslow Taylor yang
>melahirkan
>aliran sesat manajemen, lalu menempatkan manajer dipuncak piramida.
>Pada jaman revolusi industri, itu masih relevan. Tetapi ketika humanisme
>makin mengemuka, protes yang timbul menjadikan konsep usang ini harus masuk
>tong sampah.
>Cobalah kita renungkan : getting things done through the effort of other
>people. Lha dia sendiri ngapain? Nonton, nongkrong, sambil ngumpulin dan
>nge-klaim hasilnya?
>
>Ah kepancing juga gue. Tapi nggak apalah, biar seruuuu....
>
>Yap.
>(open mind, and welcome critics)
>
>
>
> >From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Re: [Kuli Tinta] PENGENDALIAN
> >Date: Wed, 18 Aug 1999 22:45:06 +0700
> >
> >Ditanggapi aaaaah....
> >
> >
> >----- Original Message -----
> >From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> >Dalam 'born leader' fungsi kepemimpinan tercampur aduk dengan managerial,
> >sehingga ditolerir dengan istilah 'leader manager' atau sebaliknya.
> >
> >Untuk skala Indonesia, siapa yang masih pantas disebut pemimpin?
> >
> >Yap
> >================================
> >
> >Apakah manager pasti seorang leader ?
> >
> >
> >Tak tunggu jawabannya a Boss.
> >
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!