Respons ketua IJTI Haris Jauhari menambah respek saya pada Bang Haris.
Begitu refleks membela anggotanya, begitu cepat bergerak mengimpun
organisasi-organisasi wartawan. Andaikata saya seorang wartawan, Bang Haris,
saya akan terus mendampingi Anda tidak hanya secara moril tetapi juga secara
fisik. Namun saya bukan wartawan. Saya hanya warga negara yang sangat peduli
pada kemerdekaan pers karena saya sadar betul bahwa kemerdekaan pers
merupakan hak rakyat, merupakan fondasi demokrasi. Saya sudah membawa berita
pernyataan sejumlah organisasi wartawan di Kompas hari ini, yang merupakan
pembelaan atas kasus H. Askarmin Zaini Pemred ANTV. Itu merupakan pernyataan
yang telak, lugas. Bang Haris bilang, ada 26 organisasi wartawan. Tapi
ternyata cuma 6 atau 7 organisasi saja yang membuktikan kepeduliannya atas
kasus ANTV. Ini sangat memprihatinkan. Ke mana yang 19/20 organisasi
lainnya? Saya pelanggan kuli-tinta, bincang, mimbarbebas, dll. Saya jarang
nimbrung dan lebih sering sebagai pelanggan pasif. Tapi untuk kasus Pak
Azkarmin/ANTV ini saya terpanggil untuk tampil karena bagi saya, kemerdekaan
pers merupakan prinsip. Saya juga terpanggil karena setelah dua hari kasus
ANTV mengemuka di media massa, tidak seorang pun netters di milis ini yang
tergerak untuk mengangkatnya padahal setahu saya dari setiap hari membaca
milis ini, banyak wartawan anggota milis ini. Ke mana para netters yang
wartawan itu? Mereka lebih suka saling berkomentar mengenai soal-soal
politik yang tidak berujung-pangkal. Melalui milis ini, Bang Haris, saya
coba menggelitik nurani para netters yang wartawan agar sedikit peduli atas
gejala mulai dicobanya meneror lagi kemerdekaan pers oleh penguasa. Bang
Haris Jauhari, andaikata saya seorang wartawan, pasti saya akan ikut bersama
Anda berdiri di depan mempertahankan kemerdekaan pers. Karena saya sadar
betul, jika ANTV sampai jebol, jika Pak H. Azkarmin sampai tertembak oleh
peluru Pasal 64 (penjara tujuh tahun atau denda 700 juta seperti diungkapkan
dalam dialog di Nuansa Pagi), runtuhlah benteng kemerdekaan pers. Salut pada
anda, Pak Askarmin. Salut pada Haris Jauhari dan kawan kawan. Teruskan
perjuangan Anda sekalian. Jika pernyataan-pernyataan tidak mempan, mampukah
para wartawan berdemonstrasi? Jika kemerdekaan pers runtuh, anda semua hanya
akan menjadi wartawan pengecut seperti di jaman Soeharto.
Reva Renaldo
>From: "Haris Jauhari" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Kasus ANTV & kebebasan pers
>Date: Sat, 11 Sep 1999 04:29:44 +0700
>
>Reva, surat Anda saya cetak dan saya sampaikan pada teman-teman, para
>pemimpin organisasi jurnalis yang siang tadi rapat di IJTI.
>Tampaknya, teman-teman gembira membaca tulisan itu. Salam
>mereka untuk Anda.
>
>Dan, bila Anda perlukan, hasil pertemuan itu dapat saya kirim nanti.
>
>Kami di IJTI sepandangan dengan Anda bahwa pernyataan saja tidak cukup. Itu
>sebabnya, IJTI agak terkesan hemat dengan pernyataan-pernyataan di media
>massa. Prinsipnya, kami lebih fokus pada penyelesaian masalah, bukan
>membuat
>pernyataan yang menjadikan si pemberi pernyataan layaknya selebriti, tapi
>masalah tidak selesai. Meskipun, tentu saja, pernyataan di media massa
>tetap
>kami pandang penting dan kami lakukan juga.
>
>Dalam kasus ANTEVE, misalnya, IJTI tidak langsung membuat pernyataan, tapi
>langsung membentuk tim pembela untuk mendampingi Saudara Bachtiar, yang
>dipanggil Polisi. Tim pembela itu terdiri dari pengacara ANTEVE, Amir
>Syamsuddin dkk serta dari IJTI, Hendardi (PBHI) dkk. Kami pun rapat bersama
>untuk merancang berbagai langkah dan strategi agar pemanggilan seperti itu
>tidak menjadi kebiasaan. Bila ada saran lebih lanjut dari Anda dan
>teman-teman lain, terutama mengenai bagaimana langkah yang patut kita ambil
>seterusnya, kami sangat berterima kasih.
>
>Oya, Suara Bangsa pun dipanggil Polisi, sebagaimana ANTEVE.
>
>
>HJ
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!