At 02:36 PM 9/11/99 JAVT, Yap C. Young wrote:
>Seingat saya dua kali pak Abdullah Hasan menyebut 'seri paduka baginda 
>Megawati', sehingga tergerak juga saya ingin melihat kandang banteng ini, 
>dengan segala keterbatasan penglihatan saya.
>
>PDIP adalah partai dengan platform biasa biasa saja. Banyak nilai lama yang 
>dipertahankan disana, karena PDIP yakin bahwa kehancuran yang diciptakan 
>Orba bukan karena sistemnya yang salah, tetapi pelaksanaannya. Tidak aneh 
>kalau penajaman konsepnya lebih ditekankan pada pengamanan pelaksanaannya.
>
>Secara mengejutkan partai ini meraup suara terbanyak diantara seluruh parpol 
>dalam Pemilu yang lalu, sehingga menimbulkan keheranan yang luar biasa.
>
>Skuad pengendali PDIP terdiri dari orang dengan latar belakang beragam, baik 
>visi maupun latar belakangnya. Tetapi satu hal yang pasti, tidak banyak 
>diantara mereka pantas dijadikan tempat menggantungkan harapan rakyat untuk 
>mengatasi krisis multi dimensi ini. Kwik Kian Gie, Theo F Tumion, Laksamana 
>Sukardi adalah beberapa contoh orang yang masih bisa diharapkan. Tetapi 
>posisi mereka ditataran puncak masyarakat pakar Indonesia terhitung masih 
>dapat diperdebatkan alias tidak excellent.
>
>Kalau ada dua yang menonjol di PDIP adalah dukungan massa bawah yang begitu 
>luas dan Ketua Umumnya sendiri. Struktur piramida PDIP lebih mirip sebuah 
>gitar, kuat diatas dan dibawah, tetapi lemah ditengah.
>
>Banyak faktor yang menjadikan PDIP punya basis massa sebesar itu, 
>diantaranya masalah primordialisme Soekarno dan penganiayaan yang konsisten 
>selama masa Orba, dan kemampuannya menyemangati rakyat tanpa banyak 
>menggurui atau dengan teori yang rumit-rumit. PDIP mendapat simpati rakyat 
>justru karena ketidak canggihan konsepnya, yang bicara seperti orang 
>kebanyakan, sehingga lebih dianggap mewakili aspirasi kalangan bawah.
>
>Kalau Megawati sang Ketua Umum saya tengarai sebagai stength factor, ini 
>diantaranya justru penampilannya yang mampu menimbulkan banyak kontroversi, 
>tanpa harus tampil secara kontroversial. Mengamati kepemimpinan Megawati, 
>sesungguhnya saya melihat dia jalan biasa-biasa saja. Tetapi aneh, tokoh 
>satu ini justru menimbulkan kontroversi, sehingga tanpa dimauinya pers dan 
>masyarakat menempatkannya dipusat perhatian.
>
>Akhirnya hal-hal biasa yang dilakukannya menjadi sesuatu yang seolah olah 
>luar biasa. Tak pelak lagi Megawati telah dibesarkan oleh masyarakat, baik 
>yang mendukung maupun menentangnya. Dari dirinya sendiri, tidak ada hal aneh 
>yang dilakukannya. Padahal dalam diri Megawati banyak yang belum kita 
>ketahui. Sikap banyak diamnya menyembunyikan sejuta misteri. Banyak orang 
>yang semula menduga dia bodoh, menjadi tercengang ketika membaca 
>pernyataannya yang lugas dan tidak terpikir sebelumnya. Padahal dia 'cuma' 
>wanita, ibu rumah tangga dan tidak lulus perguruan tinggi. Tetapi mampu 
>'mengasuh' para Profesor, Jenderal dan pakar, dari berbagai aliran, dengan 
>suasana kekompakan dan ketaatan yang tinggi. Mampu memerahkan Jakarta, 
>dihormati petinggi Asing, dicintai masyarakat bawah. Bahkan sebuah pidato 
>politiknya secara sukarela disiarkan secara lengkap dengan analisis para 
>pengamat oleh seluruh TV swasta di Indonesia. Sesuatu yang belum pernah 
>terjadi untuk Ketua Umum Partai manapun. Inilah diantaranya mengapa Megawati 
>saya pandang sebagai strength factor di PDIP.
>
>Seandainya PDIP berhasil membentuk pemerintahan, dan hanya mengisi kabinet 
>serta pos penting negara dengan orang orangnya sendiri, saya tidak yakin 
>krisis Nasional ini dapat diatasi dengan segera. Karena itu sangat wajar 
>klekhawatiran banyak orang yang berusaha mencegah naiknya Megawati menjadi 
>Presiden, karena skuad PDIP saat ini tidak punya cukup stock yang bisa 
>diandalkan.
>
>Yap
 

Sebagai pendukung PDI-P sewaktu Pemilu, saya sangat senang dengan adanya
ide Kesepakatan Ciganjur, dan kala itu kita mengharapkan agar urutan2
pemenang Pemilu adalah PDI-P, PAN dan PKB. Golkar diprediksi untuk
menempati urutan ke-4.

Hal ini kemudian dilanjutakn dengan apa yang dinamakan Komunike Paso.

Sampai pada titik ini, kita meyakini bahwa gerakan anti status-quo, telah
bersatu padu dan bersepakat untuk membentuk Pemerintahan yang baru, yaitu
Pemerintahan Reformasi.

Namun apa yang terjadi ?

Ini tidak perlu dikomentari lagi................????
Kelihatannya ada yang mbalelo deh.... 

Yang pasti, saya yakin bahwa siapapun yang akan menjadi
Presiden, asal bukan dari GOLONGAN ORANG LAMA, pasti
akan menempatkan the right person at the right place
pada posisi Menteri.

Sebagai contoh, saya yakini bila Megawati naik menjadi
Presiden, maka Nama nama Kwik Kian Gie, Laksamana Sukardi,
Sri Mulyani, Faisal Basri dan Anwar Nasution terlihat akan
memegang posisi Menteri dengan Koordinatornya Kwik Kian Gie.

Hal lain yang saya yakini, ialah bahwa Nama2 diluar PDI-P
tentunya sudah dipersiapkan oleh Tim PDI-P, dan sangat
mustahil mereka akan memaksakan orang2-nya sendiri memegang
posisi kunci, apalagi bila orang tsb diyakini tidak capable.


Salam,
bRidWaN 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke