----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, September 12, 1999 4:42 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] PDIP yang saya lihat.


> >Aku yakin sekali kalau Megawati hengkan dari PDIP lalu bergabung dengan
> >PAN
> >maka sebagian besar massa PDIP akan menyebrang juga ke PAN.
>
> Ah bung Chandra, anda maunya mendahului skenario. Kartu kuning tuh...
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
Ooo ...aku off site ya....? wah...sorry kalo kecepetan. Abis gregetan liat
kemajuan  bangsa kita ini kok kayaknya nggak ada yang bisa dibanggakankan.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


>
> Apa benar kita butuh Partai yang dipimpin orang semacam Megawati, dengan
> platform dan tim pengendali sekualitas PAN dan mampu meraup gabungan massa
> PDIP dan PKB sekaligus?
----------------------------------------------------------------------------
-------------------------------
Karena itu tadi bung, bangsa kita belum siap memilih partai berdasarkan
kualitas partai itu sendiri. Individu masih menjadi faktor penentu.
PAN misalnya punya kualitas tinggi tapi sayang AR bukan anak Soekarno yang
sedang melakukan rebound, sehingga massa hanya melirik dengan sebelah mata.
----------------------------------------------------------------------------
-------------------------------

> Apakah partai yang begitu yang mampu mengimbangi
> Golkar cs yang telah dicuci bersih pakai rinso anti noda, sehingga
> keseimbangan politik di Indonesia terjadi pada kualitas tinggi?
>
> Bung Chandra, biarkanlah telenovela mengikuti alur ceriteranya sendiri.
> Bahwa akhirnya Rosalinda jadi juga bersatu dengan Fernando Jose,
episodenya
> harus sedikit diperlama, agar Alex sempat menikmati kemenangannya, atau...
> iklannya mampu mengembalikan biaya dari kenaikan omzet....

----------------------------------------------------------------------------
---------------------------------
Jangan begitu ah, masalahnya Rosalinda anaknya cuman satu tapi Indonesia
punya anak 200 juta ne', masak harus terombang-ambing oleh permainan politik
beberapa opurtunis.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------------
>
> Yap
>
>
> >From: "Chandra Adenan" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Re: [Kuli Tinta] PDIP yang saya lihat.
> >Date: Sat, 11 Sep 1999 21:07:50 ?
> >
> >Bung Yap,
> >
> >Bangsa kita ini adalah bangsa Telenovela, sangat tersentuh kepada tokoh
> >cerita yang tertekan.
> >Dan pada cerita ORBA maka tokoh yang tertekan adalah Megawati, maka semua
> >orang berpihak pada Megawati.
> >Aku yakin sekali kalau Megawati hengkan dari PDIP lalu bergabung dengan
> >PAN
> >maka sebagian besar massa PDIP akan menyebrang juga ke PAN.
> >Jadi disini kita bisa melihat bahwa sebagian besar bangsa kita belum
mampu
> >lepas dari kultus individu warisan feodal dan berpihak kepada system.
> >Perhatikan pidato Megawati, tidak ada hal yang baru disana kecuali
> >pemanfaatan pada emosi massa. Juga pada program kerja PDIP kalau nanti
> >berkuasa tidak ada yang benar-2 baru.
> >Bahkan secara tidak sadar, sebagian dari pemimpin PDIP adalah orang-2
ORBA
> >juga.
> >Tapi lepas dari itu semua, mari kita lihat apa yang akan dilakukan oleh
> >PDIP
> >pada saat  politic honey moon nya nanti.
> >
> >
> >
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke