Ikut nimbrung yaa....:
MUNGKIN perbedaan Baligate dan Lippogate adalah:
1. Baligate menyangkut pejabat-pejabat pemerintahan
2. Lippogate menyangkut swasta murni

Pertanyaan karena saya tidak tahu:
1. Apakah Lippogate juga menyangkut orang-orang pemerintahan?
2. Jika Lippogate hanya menyangkut orang-orang swasta, apakah bisa menjadi
issue hukum? Kalau dijadikan issue politik, bisa saja, tetapi landasannya
bukan legalitas hukum; bukankah menyumbang dari swasta untuk swasta
(sekalipun itu partai politik!) adalah sah-sah saja?
Mohn penjelasan yang mengetahui masalah dengan tepat,
Thanks,
J.Sujanto
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 03 September 1999 8:06 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Diskrimintaif


>
> Polisi dan DPR terkesan diskriminatif dalam menanggapi isu yang muncul di
> tengah masyarakat.
>
> Bila kasus Baligate  menyita perhatian DPR dan perkaranya mulai diperiksa
> oleh Polri maka kasus Lippogate bahkan nyaris tidak ada yang tertarik
untuk
> mengangkat bahkan oleh para anggota DPR kecuali Mustokoweni. Padahal lawan
> politik potensial PDIP banyak sekali di DPR, apa mereka juga sudah menjadi
> bagian dari Lippogate? Mungkin karena jengkel, Akbar Tanjung sampai
> mengatakan bahwa Lipogate yang jumlahnya lebih besar dari Baligate tidak
> diangkat. Aneh bukan? Ini mesti ada konspirasi yang lebih besar dari
mereka
> yang ingin menutup Baligate sehingga kasus itu tidak diangkat.
>
> Setelah Direktur Lippo menyangkal tuduhan itu maka mengapa DPR tidak
> memulai untuk memanggil Amin Rais atau AM Fatwa yang sudah berbicara di
> publik agar bisa ditelusuri sumber-sumbernya sehingga gate Lippo itu bisa
> dibuka seperti gate Bali. Ini sungguh aneh.
>
> ----------------------------------------------
> Bung Aswat, kalau  boleh saya tanggapin sedikit nih.
>
> Lippo Gate pasti akan diungkap juga, tapi mungkin tidak sekarang bung,
> mengingat kasus Baligate sudah semakin "merakyat" fakta-faktanya, sehingga
> kalau tidak full konsentrasi dulu ke yang satu ini, bisa-bisa kasusnya
> kabur lagi, sedangkan kalau dilihat dari kacamata saya, DPR melalui komisi
> VIII-nya bernafsu sekali untuk membongkar kedok-kedok para siluman ini,
> yang justru saya kuatirkan, apabila misalnya kasus Lippo juga diangkat,
dan
> mungkin juga orang-orang yang terlibat didalamnya mengikutkan para elite
> politik yang lain diluar kasus Baligate, menyebabkan orang-orang yang
> terlibat di Baligate bisa menyusun strategi ulang untuk mengkandaskan
kasus
> ini, yang mana kalau menurut saya sekarang inipun sudah mereka lakukan
> dengan cara memberikan keterangan yang berbelit-belit di depan DPR dan
> didepan Pansus, apa yang mereka uraikan di DPR akan di tolak sendiri di
> depan PANSUS, sehingga timbul kesan ingin mengaburkan fakta-fakta kasus
> yang sedimikian banyaknya sehingga penyidik menjadi bingung sendiri,
> ditambah lagi bila kasus Lippo dibuka.. wah mungkin tambah membingungkan.
> jadi kalau menurut saya, lebih satu demi satu dulu.. yang lain antri untuk
> menunggu gebukan berikutnya..
>
> salam reformasi.....
>
> - dave -
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke