Polisi dan DPR terkesan diskriminatif dalam menanggapi isu yang muncul di
tengah masyarakat.
Bila kasus Baligate menyita perhatian DPR dan perkaranya mulai diperiksa
oleh Polri maka kasus Lippogate bahkan nyaris tidak ada yang tertarik untuk
mengangkat bahkan oleh para anggota DPR kecuali Mustokoweni. Padahal lawan
politik potensial PDIP banyak sekali di DPR, apa mereka juga sudah menjadi
bagian dari Lippogate? Mungkin karena jengkel, Akbar Tanjung sampai
mengatakan bahwa Lipogate yang jumlahnya lebih besar dari Baligate tidak
diangkat. Aneh bukan? Ini mesti ada konspirasi yang lebih besar dari mereka
yang ingin menutup Baligate sehingga kasus itu tidak diangkat.
Setelah Direktur Lippo menyangkal tuduhan itu maka mengapa DPR tidak memulai
untuk memanggil Amin Rais atau AM Fatwa yang sudah berbicara di publik agar
bisa ditelusuri sumber-sumbernya sehingga gate Lippo itu bisa dibuka seperti
gate Bali. Ini sungguh aneh.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!