Mereka Takut Islam menang:
( Wawancara dengan Arbi Sanit , Pengamat Politik UI )
Bagaimana anda melihat kemenangan jago TNI di DPRD DKI ?
- Ya, mereka ( PDIP-red) kalah. Ini terjadi karena PDI-P tak mau menggalang
partai lain.
Lebih disebabkan karena PDI-P tak melobi partai lain ?
- Benar. PDI-P tak melakukan kerjasama sehingga kalah lari. Walau menguasai
kursi terbanyak, tidak lalu berdiam diri. Ini politik.
Mengapa PDI-P bersikap seperti itu ?
- Karena mereka sombong. Ingin seenaknya.
Tapi kemudian melimpahkan suaranya ke TNI ?
-Ini kemunduran, melawan arus reformasi. Saya melihat terjadi persekongkolan
antara PDI-P dengan TNI-Polri.
Latar belakangnya ?
- Mereka takut Islam menang.
Anda melihat Poros Tengah punya kans untuk menang ?
- Jelas dong. Mereka punya 32 suara, lebih besar dari PDI-P.
Mengapa PDI-P lebih memilih TNI_Polri daripada kelompok partai Islam ?
- Bagi PDI-P , lebih baik kembali ke status quo daripada Islam yang menang.
PDI-P memang lebih mengutamakan kekuasaan daripada memajukan bangsa ini.
Bukankah PDI-P selama ini bersuara sebagai gerbong perlawanan terhadap
status-quo ?
- Itu bohong saja. Itu untuk mengibuli rakyat agar memilih PDI-P.
Drama di DPRD DKI Jakarta miniatur SU MPR mendatang ?
- Bisa jadi. Sangat boleh jadi PDI-P menghasilkan Presiden Militer. Dan
mereka sama sekali tidak merasa bersalah atas kejadian itu. Malah merasa
sebagai penyelamat.
Dengan begitu Indonesia Set back ?
- Memang orang PDI-P masih primitif. Lagaknya saja mereka memperjuangkan
demokrasi dan reformasi. Namanya saja partai demokrasi, tapi kenyataannya
partai dikatator.
mad ridwan.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!