logikanya kalo tangan kanan memberi tangan kiri jangan sampai tahu ... gitu
bodo ...! jadi si bodo nggak tahu khan orang udah melakukan action atau
belum ... ayo tebak ... !
 ----------
From: Sambodo, Prijo (KPC)
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: [Kuli Tinta] Bukti dan bukan janji
Date: Wednesday, September 22, 1999 9:32AM

Saya diberitahu bahwa massa PDI-P/Megawati lagi pada ngumpulin sumbangan
untuk dikirimkan ke para pengungsi (ke Ambon sudah dan rencananya akan ada
pengiriman 50 ton bahan makanan/obat ke Tim-Tim). Yah jauh lebih baik
bertindak katimbang yang lainnya yang bisanya pada berkoar mulu dan sibuk
janji-janji (dan lagi pada sibuk beli kayu untuk bikin kursi).

Yang bikin saya gemes, kenapa ide serta aksi ini muncul dari partainya
Megawati (yang kata orang sekolahnya ndak tinggi) lalu dimana partai para
cendekiawan kita yang lain......?      (ohya saya juga diberitahu,
sebenarnya mereka itu makanya bukan nasi tapi janji yang muluk-muluk,
makanya mereka "berjanji" akan menyumbangkan "janji-janji" juga).

Paijo SengBego
(yang lebih menghargai aksi dari pada janji/bual/omongan sampah).

> -----Original Message-----
> From: The Paladin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Subject:      Re: [Kuli Tinta] MEREKA TAKUT ISLAM MENANG
>
> Kalau menurut saya, AS menyebut orang-orang PDI-P sebagai 'primitif'
> adalah
> dalam kacamata komunikasi politik yang dilakukan oleh PDI-P. maksudnya,
> apabila saya mencermati sepak terjang PDI-P selama ini, dan kemudian dalam
> keberhasilannya meraih suara terbanyak dalam Pemilu 1999, faktor utama
> keberhasilan Bu Mega adalah dalam menyentuh simbol-simbol primordial
> bangsa, bukan karena program kerja partai atau langkah-langkah konkret
> restrukturisasi serta "reformasi politik besar" (Oksenberg & Dickson,
> 1991). Faktor tersebut adalah kunci yang dapat membuka hati mayoritas
> pemilih sehingga membawa kemenangan bagi PDI-P. Rakyat tidak butuh janji
> macam-macam, atau program-program yang berbunga-bunga bahkan cenderung
> utopian, Mereka membutuhkan seseorang yang dapat membuat hidup mereka
> lebih
> baik dari sekarang. Dan Bu Mega dapat menawarkan solusinya, terutama dalam
> simbol dirinya sebagai putri dari Presiden pertama RI Soekarno.
> Simbolisasi
> ini sangat vital dalam proses komunikasi politik. Seperti yang ditulis
> oleh
> Charles Krauthammer dalam majalah TIME edisi 13 Sep 1999, bahkan Amerika
> Serikat pun tidak lepas dari simbolisasi 'dinastik' semacam ini, fenomena
> terakhir adalah meningkatnya popularitas George W. Bush, putra mantan
> Presiden George Bush, sebagai calon presiden dari Partai Republik. Hal
> inilah yang menurut saya mendasari perkataan AS tersebut, 'primitif'
> karena
> masih mengandalkan pola "political dynasty", 'primitif' karena tidak
> (belum?) melakukan upaya-upaya konkret dan transparan--apalagi sebagai
> partai peraih suara terbanyak--untuk menata groundwork dan framework demi
> mempersiapkan pranata Indonesia baru dan meningkatkan pendidikan politik
> masyarakat sehingga rakyat tidak terus-menerus dibiarkan main
> tebak-tebakan
> akan masa depan bangsa dan negara.....
>
        *************dipotes abis
kepanjangen**************************************

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke