Kawan-kawan,
Jika menengok catatan dua tahun belakangan ini maka, kita akan melihat
bagaimana tragedi-tragedi yang mengiringi proses reformasi berlalu begitu saja
tanpa penyelesaian yang berarti. Tidak jelas siapa yang menjadi penyebab
tragedi, siapa pelanggar Hak Asasi Manusia, siapa pembuh rakyat. Mereka
dengan tenang bisa berseliweran di negeri ini. Apakah kita pernah mendengar
kejelasan dari berbagai kasus kekerasan mulai dari Tragedi Trisakti, Tragedi
14-15 Mei 1998, Ketapang, Banyuwangi, Kupang, Ambon, Ciamis, Sambas, Semanggi
I, Semanggi II, Tim Tim, Aceh, Irian, dan kasus-kasus lainnya. Belum lagi
kasus penculikan aktivis oleh Kopassus yang tidak jelas penyelesaiannya.
Berbagai tindak kekerasan itu jelas-jelas melibatkan TNI/Polri. Mereka begitu
brutal menghadapi perlawanan sipil (mahasiswa dan rakyat) tak bersenjata.
Mereka bangga membunuhi rakyat dengan senjata yang dibiayai oleh rakyat itu
sendiri. Padahal, lihat saja ketidak mampuan mereka untuk bergerilya selama
23 tahun (maaf bukan anti terhadap kemerdekaan Tim Tim tetapi hanya assessment
terhadap kemampuan TNI) melawan tidak kurang 1000 orang gerilyawan
Falintil/CNRT. Belum lagi, ketidak mampuan TNI menghadapi GAM di Aceh yang
berjumlah sekitar 300-500 sejak tahun 1978.
Kenyataan itu menunjukkan bahwa TNI/Polri hanya mampu melawan rakyatnya
sendiri. Lantas, bagaimana kita akan mampu melawan serangan dari luar, kalau
ada? Oleh karena ketidak mampuan itu sebaiknya, TNI segera meningkatkan
profesionalitasnya sebagai pasukan pertahanan dengan kembali ke barak dan
mengakhiri keterlibatannya dalam politik dalam negeri. HAPUSKAN DWI FUNGSI
TNI !!! BIARKAN HANYA POLRI YANG MENANGANI KEAMANAN DALAM NEGERI !!!
Nah, kawan-kawan dalam semangat mencabut DWI FUNGSI TNI, saya mengingatkan
kawan-kawan untuk mencermati seluruh kegiatan Sidang Umum MPR yang akan
berlangsung mulai besok, 1 Oktober 1999.
Perlu dicermati bahwa calon-calon Presiden seperti Megawati, Habibie dan Gus
Dur sampai saat ini memiliki kekuatan yang berimbang. Disamping itu, mereka
pun belum pernah mengemukakan siapa yang akan dicalonkan sebagai Wakil
Presiden masing-masing. Perimbangan kekuatan dan belum adanya calon Wapres
membuka kesempatan bagi kekuatan lain menjadi kekuatan penentu. Kekuatan lain
itu tidak bukan adalah TNI. Dengan demikian, meski mahasiswa dan sebagian
besar rakyat berdemonstrasi dan bersikap menolak peran politik TNI dan meminta
Dwi Fungsi TNI dicabut, TNI merasa tidak perlu menggubrisnya. Karena, TNI
akan selalu merasa diperlukan oleh partai-partai politik yang berusaha merebut
kemenangan politik untuk menduduki kursi kepresidenan. Sekaligus akan menjadi
preseden baru bahwa di era reformasi sekali pun TNI tetap diperlukan. Harus
dicegah preseden seperti itu.
Oleh karena itu, SU MPR mendatang ini harus disikapi dengan menolak setiap
upaya calon-calon Presiden dan kekuatan-kekuatan politiknya untuk mencalonkan
Panglima TNI, Jenderal Wiranto sebagai Calon Wapres. Apalagi, kalau sampai
ada yang mencalonkan Jenderal Wiranto sebagai Calon Presiden, HARUS DITOLAK
!!! TAK ADA KATA LAIN SELAIN HARUS DITOLAK KEINGINAN KEKUATAN-KEKUATAN
POLITIK UNTUK BERKOLABORASI DENGAN TNI MEMENANGKAN PEMILIHAN PRESIDEN.
Penolakan itu akan menjadi momentum yang menentukan keberhasilan pencabutan
Dwi Fungsi TNI.
Mari kita semua mencermati SU MPR dan menggalang kekuatan untuk menolak
PENCALONAN PANGLIMA TNI SEBAGAI PRESIDEN/WAPRES.
RAKYAT BERSATU CABUT DWI FUNGSI TNI, RAKYAT BERSATU AKHIRI KEKERASAN DAN
KEBRUTALAN TNI !!!
Irfan N.
NB:
Saya sangat terkesan dengan dua lagu Iwan Fals yang berjudul SERDADU dan
SUMBANG yang biasanya saya dengar dinyanyikan para pengamen di dalam bis kota.
Nah, mungkin ada yang belum pernah mendengarkan, ada bagusnya lagu tersebut
disimak seperti di bawah ini:
SERDADU (Iwan Fals)
Isi kepala di balik topi baja
Semua serdadu pasti tak jauh berbeda
Tak peduli perwira, bintara atau tamtama
Tetap Tentara
Kata berita gagah perkasa
Apalagi sedang kokang senjata
Persetan siapa saja musuhnya (termasuk mahasiswa dan rakyat, pen.)
Perintah datang karang pun dihantam (terjadilah berbagai tragedi yang terakhir
Semanggi II, pen.)
Serdadu seperti peluru
Tekankan picu melesat tak ragu
Serdadu seperti belati
Tak dirawat
Tumpul dan berkarat
Umpan bergizi oh � perintah bapak menteri
Apakah sudah terbukti
Bila saja masih ada buruknya kabar burung
Tentang siapa prajurit yang dikentit
Lantang suaramu otot kawat tulang besi
Susu, telur, kacang ijo ekstra gizi
Runtuh dan tegaknya keadilan di negeri ini
Serdadu harus tau pasti
Serdadu baktimu kami tunggu
Tolong kantongkan tanpa serangmu
Serdadu rabalah dada kami
Gunakan hati jangan pakai belati
Serdadu, jangan mau disuap
Karena ini jelas berantas
Serdadu .. oh � jangan lemah syahwat
Tanah pertiwi tak sudi melihat
SUMBANG (Iwan Fals)
Kuatnya belenggu besi
Mengikat kedua kaki
Tajamnya ujung belati
Menikam di ulu hati
Sanggupkah tak akan lari walau akhirnya pasti mati
Di kepala tanpa baja
Di tangan tanpa senjata
Akh itu soal biasa yang
Singgah di depan mata kita
Lusuhnya kain bendera
Di halaman rumah kita
Bukan suatu alasan untuk kita tinggalkan
Banyaknya persoalan yang datang
Tak kenal kasian
Menyerang dalam gelap
Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu
Setan-setan politik kan datang mencekik
Walau di masa paceklik tetap mencekik
Apakah slamanya politik itu kejam?
Apakah selamanya dia datang �tuk menghantam?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan?
Menjilat, menghasut, menindas, memperkosa hak-hak sewajarnya
Maling teriak maling sembunyi balik dinding
Pengecut lari terkencing-kencing
Tikam dari belakang lawan lengah diterjang
Lalu sibuk mencari kambing hitam
Selusin kepala tak berdosa
Berteriak hingga serak di dalam negeri yang congkak
Lalu senang dalang tertawa
He� he� he � he�.
____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!