Paijo udah ngerti nggak isi RUU tersebut dan siapa penggagasnya RUU
tersebut, khan lebih baik ngerti dulu isi dan proses kelahiran RUU
tersebut baru ngomong .... kalo nggak ngerti dan ngomong itu sama saja
dengan mahasiswa yang waktu demo RUU PKB tapi nggak ngerti pasal-pasal
mana yang nggak setuju .... karena belum pernah baca .... pokoke tolak
habissss ..... bisssss .....
Zaki Tugiyo
(yg nggak ngerti apa-apa)
> ----------
> From: Sambodo, Prijo (KPC)
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN BELASUNGKAWA
> Date: Wednesday, September 29, 1999 12:48PM
>
> Saya juga turut berbela-sungkawa, semoga mereka yang menderita atau
> bahkan
> kehilangan nyawa diberikan pahala dari-NYA sesuai amal perbuatannya dan
> semoga penderitaan mereka bukan untuk kesia-siaan belaka.
> .
> Hanya saja saya punya ganjelan (saat ditanya anak tetangga yang masih
> SMP)
> sebenarnya yang didemo siapa ...? pihak militer atau para wakil
> rakyat/pemerintah kita yang telah mengesahkan RUU itu ....?
> Saya tahu bahwa pihak militer sedang memaksakan suatu sistem yang
> membuat
> kekuasaan mereka dalam mengontrol massa makin besar, tapi hal ini
> sebenarnya
> bisa dicegah/ditangkal kalau wakil-wakil rakyat dan/atau pemerintah
> berpihak
> kepada rakyat. Seharusnya sih para wakil rakyat ini yang jadi sasaran
> demo,
> tapi kok mentahnya demo ke militer...? bukankah kalau nentang militer
> bakal
> konyol ....? terbukti khan di Semanggi beberapa bulan lalu, kok
> diulangi
> lagi ...?
>
> Logikanya gini, semua penjahat pasti punya pikiran untuk selalu berbuat
> jahat, nah yang dilawan jangan langsung penjahat itu, mestinya yang
> bikin
> penjahat-penjahat bebas berkeliaran itulah yang harus ditekan/diminta
> pertanggung-jawabannya (dalam hal ini para anggota DPR/Pemerintah).
> Kalau
> kita langsung melawan penjahat itu kita malah akan ikut-ikutan jadi
> penjahat, sama-sama berbuat kekerasan dan sama-sama merusak.
>
> Yang saya lihat sekarang malah, kebencian masyarakat terhadap militer
> yang
> dibesar-besarkan, sedangkan penyebab kebencian/pembuat ulah (dalam hal
> ini
> para anggota DPR dan Pemerintah) malah cuci tangan, mereka ini malah
> berbondong-bondong mendaftar dan dipilih lagi sebagai penyambung lidah
> para
> korban yang habis digebuki tadi. Melihat ini kok para mahasiswa/rakyat
> justru diam.......? militer bukanlah pengacau sebenarnya, tapi
> yang
> melihara kambing-kambing inilah the real enemy, seenaknya melepas
> kambing
> hingga makanin orang.
>
> Terlepas dari baik tidaknya UU yang disyahkan itu dan dari
> keputusan-keputusan lainnya, terlihat bahwa para komodo yang menduduki
> kursi
> wakil rakyat itu sudah tidak ada lagi yang benar-benar berpihak pada
> rakyat,
> mereka justru lebih berpihak kepada penguasa, militer dan
> uang/nama/kepentingan pribadi. Karena itu sudah saatnya mengganti nama
> DPR/MPR menjadi DPPM/MPPM alias Dewan Perwakilan Penguasa/Militer dan
> Majelis Permusyawaratan Penguasa/Militer, dan rakyat/mahasiswa cukup
> membentuk Dewan Dagelan Bangsa.
>
> Hentikan kebodohan-kebodohan ini, junjung tinggi kemanusiaan dan
> persaudaraan.....!
>
> Paijo anak serdadu soro
> (Ebes dulunye PAMEN, but ... thanks God he has retired jadi gue nggak
> sungkan ngeritiknya, jadi guru die now)
>
> > -----Original Message-----
> > From: M. ZEN Muttaqien [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Subject: TURUT BERDUKA CITA DAN BELASUNGKAWA
> >
> > Saya juga mengucapkan hal serupa...
> > Kemudian saya juga berpikir, mengingat adanya korban jiwa dari kalangan
> > masyarakat, jika pada saat itu saya sedang berada di sekitar lokasi, saya
> > mungkin juga menjadi korban. Saya berpendapat sangat tidak bijaksana jika
> > pihak keamanan (TNI dan POLRI) menembakkan peluru kearah kerumunan orang,
> > terlebih peluru tajam. Saya sependapat dengan ibu Yurni, kenapa di Korea
> > kok
> > bisa keamanan bersikap tenang.
> >
> > Saya berpendapat demo mahasiswa sekarang jadi seperti ini justru karena
> > reaksi pihak keamanan yang terlalu berlebihan dalam demo-demo sebelumnya.
> > Jika sikap pihak keamanan tidak berlebihan dalam menghadapi demo-demo
> > sebelumnya, tidak mungkin demo mahasiswa jadi sedemikian radikal...
> >
> >
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!