God is ONLY ONE; but man has given MANY FORMS and MANY NAMES and WITHOUT
FORM .
Jadikanlah keyakinan Anda teguh tanpa harus mengkomentari tingkah-laku
keagamaan orang lain.
Bukankah yang bertanggungjawab adalah pribadi orang itu sendiri, tanpa minta
pertanggungjawaban orang lain?
jsujanto
----- Original Message -----
From: Mustafa H Baabad <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 08 October 1999 11:43 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN BELASUNGKAWA
> Apakah sampai mendoakan saja nggak boleh ?
>
> Masalah kabul, atau tidak doa itu, itu urusan yang punya jagad raya, kita
> nggak bisa mempengaruhi keputusannya.
>
> Saya sendiri nggak keberatan mendoakan Romo Mangun Wijaya, kalau saya
> disana, dengan tulus ikhlas saya akan mendoakan beliau, biar dikatakan apa
> saja oleh orang-orang seagama yang tidak memahami semangat agamanya
sendiri.
>
> Kalau Al-Qur'an, itu tidak simpang siur, lain dengan Hadis.
>
> Hadis itu simpang siur, tergantung kapan kejadiannya, bagaimana konteks
> kejadiannya dan siapa yang meriwayatkan. Dan, .... ..... ..... Hadis itu
> ditulis 200 tahuan setelah Rasul meninggal. Hal yang sama bisa diputuskan
> dua cara tergantung semua yang mempengaruhinya, salah satu diantaranya
> adalah doa Qunut.
>
> Apakah Rasul demikian ceroboh untuk tidak memerintahkan para pengikutnya
> menulis sabda beliau ? Atau, apakah memang itu tidak begitu perlu,
sehingga
> bila hati para pengikutnya sudah jernih dengan latihan ibadah yang
teratur,
> mereka bisa memutuskan sendiri sesuai dengan nuraninya.
>
> Kalau larangan doa-mendoakan itu sedemikian penting, tentunya ada di
> Al-Qur'an secara jelas (tidak harus raba-raba maksudnya). Al-Qur'an hanya
> menyebut Hidayah itu urusan Allah, kita hanya menyampaikan, kita tidak
bisa
> mengingkari kebenaran itu. Tapi tidak ada larangan berdoa.
>
> Guru-guru SD juga merasakan kebenaran ayat itu dengan haqqul yaqiiin,
karena
> dengan cara mengajar yang sama, suasana yang sama, anak-anak nilainya bisa
> berlain-lainan.
>
> Semoga Allah selalu memberi kedamaian dan kejernihan di hati kita, semoga
> akal sehat kita bisa terus berfungsi tanpa dikotori oleh emosi sehingga
> setiap saat kita bisa berlaku adil.
>
> Wassalam.
>
>
> -----Original Message-----
> From: Anti_SQ <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Friday, October 08, 1999 11:17 AM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN BELASUNGKAWA
>
>
> >Sebelumnya saya mohon maaf kalau Bung Aswat bukan muslim. Tapi dalam
> >Islam itu yang harus jadi rujukan utama adalah Al-Qur'an dan Hadits, dan
> >bukan kasus-kasus (yurisprudensi). Dengan demikian jika ada kasus-kasus
> >(yurisprudensi) yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan Hadits, seorang
> >muslim tetap harus berpatokan pada Al-Qur'an dan Hadits.
> >
> >Sekarang saya mencoba menjawab dengan Al-Qu'an surat Al-Qashas ayat 56
> >
> >Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang
> >yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang
> >dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau
> >menerima petunjuk. (QS:28:56)
> >
> >Ayat Al-Qur'an ini turun sebagai peringatan kepada Rasulullah SAW ketika
> >beliau berusaha mendoakan paman yang sangat dicintainya Abu Thalib yang
> >telah meninggal dunia dalam keadaan kafir (non muslim).
> >
> >Jadi kesimpulannya, tidak boleh seorang muslim mendoakan orang non
> >muslim yang sudah meninggal.
> >
> >
> >Anti_SQ
> >
> >
> >>
> >> ----------
> >> From: ��
> >> To: [EMAIL PROTECTED]
> >> Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN BELASUNGKAWA
> >> Date: Monday, October 04, 1999 5:51AM
> >>
> >> Berarti, Mohamad Sobari, Gus Dur, dan muslim Yogya yang mendoakan
> >> Rm Mangun ketka meninggal adalah Islam abangan?
> >>
> >> Agar diketahui saja Mas. Ketika Rm Mangun akan di berangkatkan ke
> >> Kentungan, dan ini disiarkan oleh SCTV secara langsung dengan
> >> dipandu oleh Ira Koesno, keberangkatannya menunggu masyarakat
> >> muslim yang sedang mendoakan Rm Mangun. Apakah mereka Islam
> >> abangan? Mengenai hal itu sudah dibahas dibeberapa milis Mas
> >> pada saat itu.
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!