> Martin Manurung wrote:
> merupakan sarana politik bagi elite untuk mengejar kursi kekuasaan. Dan SU
> MPR memang bisa jadi bertentangan dengan keputusan Pemilu. Semua itu bisa
> terjadi karena "licin"-nya politik dan kehausan elite untuk kekuasaan.
Maka
> kini bisa dikatakan bahwa  "kubu pro-reformasi" telah tamat dan tidak lagi
> relevan. Bila demikian keadaannya, apakah lagi yang bisa diharapkan dari
SU
> MPR 1999? Setidaknya, kita masih punya Gerakan Mahasiswa yang sampai detik
> ini masih konsisten; the last of the least hope.
----------------------------------------------------------
mungkin sudah saatnya kita membuang semua istilah2 pro, kontra, reformasi,
status quo, dan berbagai macam kubu2 (kubu mahasiswa, pemerintah, dll)..
kenapa kita tidak melihat saja keputusan2/pendapat2 (baik dari mahasiswa,
pemerintah, tukang batu, dll)..kita lihat saja apakah pendapat2/keputusan2
itu sesuai dengan situasi saat ini..kalo gak sesuai ya kita kritik..
gak perlu lagi misah2in antar kubu, antar golongan, antar kepentingan, antar
gerakan, antar partai..




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke