justru orang yang bermain politik cuantikkkkkkkkkkkkklah yang tahu bahwa itu
semua strategi pdip...............utk number one..............dan akhirnya semua
partai besar terwakili dalam sistem politik sekarang...saling kontrol dan saling
bekerja..

bRidWaN wrote:

> hehehee.....
> Lebih baik jangan dibaca tulisan ini.
> Sebagian dari kita pastilah tahu siapa dia.
> Dan apa kepentingannya.
>
> Cuma, sah-sah saja dia mau bicara apa saja,
> namun sah-sah saja kalau kita tidak membacanya.
>
> Salam,
> bRidWaN
>
> At 02:12 PM 10/6/99 +0700, Arief Rakhmatsyah wrote:
> >Bingung, euy. Tolong dong jelasin.................
> >
> >
> >Riev
> >
> >
> >> detikcom, Jakarta- Kemenangan Akbar Tanjung sebagai ketua DPR yang
> >didukung
> >> PDI Perjuangan, mendapat kritikan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.
> >> "Bagaimana wakil rakyat dari PDIP yang 153 orang itu menjelaskan pada
> >> pendukungnya, bahwa ternyata mereka mendukung calon partai yang mereka
> >tuduh
> >> pro status quo?"
> >>
> >> Yusril bukan bermaksud menolak Akbar Tanjung. Tapi, soal dukungan itu
> >harus
> >> dibuka dan dijelaskan ke rakyat. Sebab, menurut dia, selama ini Golkar
> >> dihujat kencang oleh PDI Perjuangan. Tapi di parlemen secara terbuka
> >> terlihat dari voting bahwa PDIP jelas-jelas memberikan dukungan pada Akbar
> >> yang merupakan calon Golkar.
> >>
> >> "Kalau tidak dilakukan voting, hal itu tidak terungkap," kata Yusril
> >sambil
> >> senyum sinis, Rabu (6/10/1999). PBB memang paling getol untuk dilakukan
> >> voting dalam sidang paripurna DPR Rabu dini hari itu. Sebab, Ketua DPR
> >> sementara Abdul Madjid berusaha mengarahkan agar pemilihan ketua DPR
> >> dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Kengototan PBB melalui Hartono
> >> Mardjono dan Hamdan Zoelva pada sidang, akhirnya memaksa dilakukan voting.
> >> "Dengan voting semua terungkap bahwa PDIP menyokong Golkar," tambah
> >Yusril.
> >>
> >> Berdasar kenyataan itu, pakar hukum tata negara itu lalu mempertanyakan,
> >> "Siapa yang bermain politik di sini, siapa yang dagang sapi, tanyakan ke
> >PDI
> >> Perjuangan. Kan aneh, mengapa PDIP yang mengaku sebagai partai reformis
> >dan
> >> demokrat tak mendukung Soetardjo sebagai calonnya? Saya ingin membeberkan
> >> semua di dewan biar semuanya menjadi terbuka," ungkap Yusril.
> >>
> >> Namun dia menyadari, barangkali memang sudah ada main mata antara PDI
> >> Perjuangan dan Golkar. "Coba kalau tak dilakukan voting, kita tak tahu apa
> >> yang terjadi. Dengan voting semua menjadi terbuka, dan nyatanya PDIP
> >memang
> >> pro Golkar juga yang mereka tuduh pro status quo."
> >>
> >> Sementara itu Ketua MPR Amien Rais yang sudah mendapat "sumbangan" dari
> >> Golkar lebih dulu mengakui sejak awal sudah terlihat masing-masing koalisi
> >> melakukan saling dukung terhadap Akbar.
> >>
> >> "PDI Perjuangan pun sudah terlihat mencoba memberikan kesempatan pada
> >Akbar.
> >> Tapi Saya tak tahu dukungan PDIP semalam kepada Golkar apakah membangun
> >> sesuatu yang cukup berarti," katanya. Apakah itu? "Saya tak tahu," kata
> >> Amien singkat saat diwawancara teve asing, di DPR, Rabu (6/10/1999).
> >>
> >
> >
> >
> >______________________________________________________________________
> >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> >dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> >Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> >Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke