Jangan dikira yaa; sangat mungkin Presiden ke IV RI : Megawati S.P., 99 %
plus 1% dari Tuhan yang menyempurnakan kepresidenan Mega.
Tapi Bung Akbar Tanjung sudah mulai move : agar DPR bisa menjatuhkan
presiden. Seharusnya MPR sebagai Lembaga Tertinggi Negara, bukan DPR. Kali
ini move Ketua Golkar tsb. TIDAK mungkin berhasil!
jsujanto
----- Original Message -----
From: adidjoko mulyono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 07 October 1999 14:00 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Ngung Bingung
> justru orang yang bermain politik cuantikkkkkkkkkkkkklah yang tahu bahwa
itu
> semua strategi pdip...............utk number one..............dan akhirnya
semua
> partai besar terwakili dalam sistem politik sekarang...saling kontrol dan
saling
> bekerja..
>
> bRidWaN wrote:
>
> > hehehee.....
> > Lebih baik jangan dibaca tulisan ini.
> > Sebagian dari kita pastilah tahu siapa dia.
> > Dan apa kepentingannya.
> >
> > Cuma, sah-sah saja dia mau bicara apa saja,
> > namun sah-sah saja kalau kita tidak membacanya.
> >
> > Salam,
> > bRidWaN
> >
> > At 02:12 PM 10/6/99 +0700, Arief Rakhmatsyah wrote:
> > >Bingung, euy. Tolong dong jelasin.................
> > >
> > >
> > >Riev
> > >
> > >
> > >> detikcom, Jakarta- Kemenangan Akbar Tanjung sebagai ketua DPR yang
> > >didukung
> > >> PDI Perjuangan, mendapat kritikan Ketua Umum PBB Yusril Ihza
Mahendra.
> > >> "Bagaimana wakil rakyat dari PDIP yang 153 orang itu menjelaskan pada
> > >> pendukungnya, bahwa ternyata mereka mendukung calon partai yang
mereka
> > >tuduh
> > >> pro status quo?"
> > >>
> > >> Yusril bukan bermaksud menolak Akbar Tanjung. Tapi, soal dukungan itu
> > >harus
> > >> dibuka dan dijelaskan ke rakyat. Sebab, menurut dia, selama ini
Golkar
> > >> dihujat kencang oleh PDI Perjuangan. Tapi di parlemen secara terbuka
> > >> terlihat dari voting bahwa PDIP jelas-jelas memberikan dukungan pada
Akbar
> > >> yang merupakan calon Golkar.
> > >>
> > >> "Kalau tidak dilakukan voting, hal itu tidak terungkap," kata Yusril
> > >sambil
> > >> senyum sinis, Rabu (6/10/1999). PBB memang paling getol untuk
dilakukan
> > >> voting dalam sidang paripurna DPR Rabu dini hari itu. Sebab, Ketua
DPR
> > >> sementara Abdul Madjid berusaha mengarahkan agar pemilihan ketua DPR
> > >> dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Kengototan PBB melalui
Hartono
> > >> Mardjono dan Hamdan Zoelva pada sidang, akhirnya memaksa dilakukan
voting.
> > >> "Dengan voting semua terungkap bahwa PDIP menyokong Golkar," tambah
> > >Yusril.
> > >>
> > >> Berdasar kenyataan itu, pakar hukum tata negara itu lalu
mempertanyakan,
> > >> "Siapa yang bermain politik di sini, siapa yang dagang sapi, tanyakan
ke
> > >PDI
> > >> Perjuangan. Kan aneh, mengapa PDIP yang mengaku sebagai partai
reformis
> > >dan
> > >> demokrat tak mendukung Soetardjo sebagai calonnya? Saya ingin
membeberkan
> > >> semua di dewan biar semuanya menjadi terbuka," ungkap Yusril.
> > >>
> > >> Namun dia menyadari, barangkali memang sudah ada main mata antara PDI
> > >> Perjuangan dan Golkar. "Coba kalau tak dilakukan voting, kita tak
tahu apa
> > >> yang terjadi. Dengan voting semua menjadi terbuka, dan nyatanya PDIP
> > >memang
> > >> pro Golkar juga yang mereka tuduh pro status quo."
> > >>
> > >> Sementara itu Ketua MPR Amien Rais yang sudah mendapat "sumbangan"
dari
> > >> Golkar lebih dulu mengakui sejak awal sudah terlihat masing-masing
koalisi
> > >> melakukan saling dukung terhadap Akbar.
> > >>
> > >> "PDI Perjuangan pun sudah terlihat mencoba memberikan kesempatan pada
> > >Akbar.
> > >> Tapi Saya tak tahu dukungan PDIP semalam kepada Golkar apakah
membangun
> > >> sesuatu yang cukup berarti," katanya. Apakah itu? "Saya tak tahu,"
kata
> > >> Amien singkat saat diwawancara teve asing, di DPR, Rabu (6/10/1999).
> > >>
> > >
> > >
> > >
> > >______________________________________________________________________
> > >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> > >dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > >Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > >Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!