lhoh.. sebentar mas joko,
tadi aku dapat posting setan dari anak buahnya cak gigih kok
gini:

Jare Amien : MPR akan mengontrol presiden minimum setahun
sekali
Jare Akbar : DPR bisa memecat presiden
Lha poros tengah ngajoke Gus Dur gae dulinane Amien karo
Akbar
opo gelem yo ?
(terjemahan, buat yang nggak faham bahasa penjajah, "lha
porostengah
mengusulkan Gus Dur buat mainan Amien dan Akbar, apa mau
ya?")

Es Gandul

jawabannya renungkan sendiri-sendiri, berhubung akhir-akhir
ini telah
banyak yang menjelma menjadi analist, pengamat dan mungkin
politikus
itu sendiri.... kalau aku melihat, mpr mengontrol presiden
itu untuk
calon tertentu, dpr memecat presiden juga untuk calon
tertentu...
hahahaa...! gitu saja kok repot... ya nggak cak gigih?

mbah soeloyo





----- Original Message -----
From: adidjoko mulyono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 07, 1999 4:00 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Ngung Bingung


> justru orang yang bermain politik cuantikkkkkkkkkkkkklah
yang tahu bahwa itu
> semua strategi pdip...............utk number
one..............dan akhirnya semua
> partai besar terwakili dalam sistem politik
sekarang...saling kontrol dan saling
> bekerja..
>
> bRidWaN wrote:
>
> > hehehee.....
> > Lebih baik jangan dibaca tulisan ini.
> > Sebagian dari kita pastilah tahu siapa dia.
> > Dan apa kepentingannya.
> >
> > Cuma, sah-sah saja dia mau bicara apa saja,
> > namun sah-sah saja kalau kita tidak membacanya.
> >
> > Salam,
> > bRidWaN
> >
> > At 02:12 PM 10/6/99 +0700, Arief Rakhmatsyah wrote:
> > >Bingung, euy. Tolong dong jelasin.................
> > >
> > >
> > >Riev
> > >
> > >
> > >> detikcom, Jakarta- Kemenangan Akbar Tanjung sebagai
ketua DPR yang
> > >didukung
> > >> PDI Perjuangan, mendapat kritikan Ketua Umum PBB
Yusril Ihza Mahendra.
> > >> "Bagaimana wakil rakyat dari PDIP yang 153 orang itu
menjelaskan pada
> > >> pendukungnya, bahwa ternyata mereka mendukung calon
partai yang mereka
> > >tuduh
> > >> pro status quo?"
> > >>
> > >> Yusril bukan bermaksud menolak Akbar Tanjung. Tapi,
soal dukungan itu
> > >harus
> > >> dibuka dan dijelaskan ke rakyat. Sebab, menurut dia,
selama ini Golkar
> > >> dihujat kencang oleh PDI Perjuangan. Tapi di parlemen
secara terbuka
> > >> terlihat dari voting bahwa PDIP jelas-jelas
memberikan dukungan pada Akbar
> > >> yang merupakan calon Golkar.
> > >>
> > >> "Kalau tidak dilakukan voting, hal itu tidak
terungkap," kata Yusril
> > >sambil
> > >> senyum sinis, Rabu (6/10/1999). PBB memang paling
getol untuk dilakukan
> > >> voting dalam sidang paripurna DPR Rabu dini hari itu.
Sebab, Ketua DPR
> > >> sementara Abdul Madjid berusaha mengarahkan agar
pemilihan ketua DPR
> > >> dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Kengototan
PBB melalui Hartono
> > >> Mardjono dan Hamdan Zoelva pada sidang, akhirnya
memaksa dilakukan voting.
> > >> "Dengan voting semua terungkap bahwa PDIP menyokong
Golkar," tambah
> > >Yusril.
> > >>
> > >> Berdasar kenyataan itu, pakar hukum tata negara itu
lalu mempertanyakan,
> > >> "Siapa yang bermain politik di sini, siapa yang
dagang sapi, tanyakan ke
> > >PDI
> > >> Perjuangan. Kan aneh, mengapa PDIP yang mengaku
sebagai partai reformis
> > >dan
> > >> demokrat tak mendukung Soetardjo sebagai calonnya?
Saya ingin membeberkan
> > >> semua di dewan biar semuanya menjadi terbuka," ungkap
Yusril.
> > >>
> > >> Namun dia menyadari, barangkali memang sudah ada main
mata antara PDI
> > >> Perjuangan dan Golkar. "Coba kalau tak dilakukan
voting, kita tak tahu apa
> > >> yang terjadi. Dengan voting semua menjadi terbuka,
dan nyatanya PDIP
> > >memang
> > >> pro Golkar juga yang mereka tuduh pro status quo."
> > >>
> > >> Sementara itu Ketua MPR Amien Rais yang sudah
mendapat "sumbangan" dari
> > >> Golkar lebih dulu mengakui sejak awal sudah terlihat
masing-masing koalisi
> > >> melakukan saling dukung terhadap Akbar.
> > >>
> > >> "PDI Perjuangan pun sudah terlihat mencoba memberikan
kesempatan pada
> > >Akbar.
> > >> Tapi Saya tak tahu dukungan PDIP semalam kepada
Golkar apakah membangun
> > >> sesuatu yang cukup berarti," katanya. Apakah itu?
"Saya tak tahu," kata
> > >> Amien singkat saat diwawancara teve asing, di DPR,
Rabu (6/10/1999).
> > >>
> > >
> > >
> > >
> >
>___________________________________________________________
___________
> > >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
> > >dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > >Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > >Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
____________________________________________________________
__________
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
> > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
____________________________________________________________
__________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke