weleh, cak gigiiiih... benar-benar gigih membela pdi-p
hahaha.....
saiki eh... sekarang muncul lagi fenomena super gress.
itu adalah terpilihnya amien rais sebagai ketua mpr.
sebetulnya untuk perimbangan, aku ingin juga dengar
komentar netters pembela pdi-p atau lawannya, atas
kejadian ini. dibandingkan dengan "penyerahan suara"
pdi-p untuk ketua dprd-dki.... kok nggak muncul ya?
apa baerati super konsisten?
kemenangan amien rais di-klaim sebagai kemenangan
poros tengah oleh sementara pendukungnya.
lantas bagaimana konsistensi poros tengah yang sebelumnya
telah mengkutubkan habibie (golkar) dan megawati (pdip)
kalau sekarang terbukti bahwa penyumbang suara besar
untuk kemenangannya adalah partai golkar?
konstelasi politik apa? apakah untuk menduduki ketua
dpr dari partai golkar?
atau untuk memperbesar dan memperlancar jalan kyai
gusdur mencapai kursi presiden?
terus ada yang menghendaki kursi wakilnya? sehingga
semasa-masa gusdur merasa terlalu berat melaksanakan
tugas "mresiden" dan memilih kembali menjadi tokoh
"mobat-mabit" kemudian berarti memulusan "wakil"
ini menduduki kursi presiden seperti "nasib"
presiden habibie 1.5 tahun lalu?
kalau iya.... yaaa moga-moga nasib berikutnya tidak sejelak
presiden habibie yang belum pidato saja sudah banyak
yang berencana menolak pertanggung-jawabannya, yang
itu secara nyata menjadi senhata ampuh untuk menumbangkan
peluang presiden habibie mencalonkan diri lagi.
atau sebaliknya justru pendukung poros tengah yang 300 suara
lebih nanti akan rame-rame menerima pertanggung jawaban
habibie.... sehingga ada yang berpeluang menjadi pengikut
habibie? atau sekedar mengungkapkan diri bahwa sesugguhnya
habibie punya banyak massa (yang mengambang) hahaaaa..
pusing aku!
dan lebih pusing lagi.. ternyata rakyat, bangsa dan negara
justru
luput dari perhatian para wakil-wakil rakyat dan simpatisan
partai-
partai.... selain memikirkan perebutan kekuasaan... akhirnya
aku
hanya khawatir berlaku yang dinyatakan gusdur di salah satu
koran
"suara rakyat adalah suara tuhan!" karena rakyat merasa
dikhianati
oleh wakil-wakilnya dan merasa bahwa pimpinan bangsa yang
mereka
harapkan telah semakin kurang disenangi atas tindak-tanduk
politik
kepentingannya..... ah.... embuh lah..... semoga negara
indonesia itu
masih tetap ada.....

oh negaraku...

soeloyo
(yang selalu soeloyo ing panemu.... hehee)
----------------------------------
----- Original Message -----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, October 04, 1999 1:04 PM
Subject: [wjseto] Re: [Kuli Tinta] Pelacuran Politik


>
>
> --- harman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Kalo gitu strategi singa lapar itu halal
> > ya....seperti seekor singa yang
> > akan memakan anaknya sendiri karena alasan untuk
> > strategi jangka panjang,
> > dengan memakan anak sendiri berarti tidak lapar
> > lagi......wah kalo begitu
> > innilah yang disebut dengan pelacuran politik
> > tingkat tinggi
> >
>
> Di bagian manakah kebijakan PDI-Perjuangan yang
> memilih seorang Mayor Jenderal TNI sebagai ketua DPRD
> DKI Jakarta Raya yang 'mirip dengan 'singa makan
> anaknya' tersebut? Mohon penjelasan.
>
> =====
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
> ----------------------------------------------------------
--------------
>
> eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/wjseto
> http://www.egroups.com - Simplifying group communications
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke