Lho...?
Sila ke tiga kan menyiratkan bahwa persatuan lebih penting dari
perpecahan sehingga potensi bangsa pemaaf ini memang memungkinkan
untuk selalu memaafkan masa lalu.
Oleh karena itu, bagaimanapun juga Pak Harto dan pilar-pilar
politiknya telah berbuat sesuatu bagi pembangunan bangsa ini maka
apakah kita tidak akan melihat sisi positif yang telah diperbuat
itu. Bahwa selama 32 tahun itu kita telah menyaksikan dan
mengalami sejak embrio Orba hingga keruntuhannya maka marilah
kita melihat yang positif saja. Mengenai harga yang harus
dibayar? Yah selama masih ada yang namanya rakyat untuk mendukung
eksistensi kan sudah cukup. Bukankah mereka disamping sumber
legitimasi kekuasaan elit politik sekaligus juga sumber
pendapatan pajak.
Orang kan tidak ada yang sempurna dan bansga ini bangsa pemaaf
bukan?
��
(sedang mencari pencerahan)
----- Original Message -----
From: Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 06 October 1999 15:37
Subject: RE: [Kuli Tinta] Re: Pelacuran Politik
kalau menyimak posting berikut ini,
saya kok jadi teringat jaman Orde Baru dulu.
maaf kalau penafsiran saya keliru
-----Original Message-----
From: Hendro C [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, October 06, 1997 10:16 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: Pelacuran Politik
Dalam bepolitik tidak boleh pakai kaca mata kuda, semua dapat
berubah
tergantung kondisi.
Hanya kumpulan orang bodoh saja nggak mengenali kekutan sendiri,
coba
bayangkan kalau politik cuma lempeng2 saja.
Bersyukurlah atas reaksi positif pdari hasil pemilihan ketua MPR,
golkar
atau kubu apapun menempatkan sosok yang dianggap layak untuk
memimpin ya
kita sambut positf.
Janganlah melihat siapa yang berbuat tapi lihatlah apa yang
diperbuat,
mestinya kata ini cukup untuk meberi pencercahan.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!