Itu artinya TNI-nya memang sudah menunjukkan perubahan. mungkin belum 
sempurna, tetapi tanda ke arah sana sudah bisa dilihat. TNI dulu, seperti 
diakui sendiri oleh para pimpinannya (saat ini) tak lebih dari mesin pemeras 
milik keluarga Soeharto untuk menunjang semua ambisi dan kehendak 
politiknya. Jika sekarang sudah ada jaminan dari pimpinan TNI (dan mungkin 
ada deal-deal lain yang kita tak tahu), apa alasan untuk tetap membenci TNI?

Selain itu, arti yang lain adalah bahwa PDI Perjuangan paham betul mengenai 
apa yang terjadi dalam hubungan antara partainya dengan TNI. Mereka tidak 
'bermusuhan' per institusi, tetapi memang ada sejumlah oknum yang bahkan 
sampai sekarang pun punya gagasan buruk terhadap partai ini. Jika pimpinan 
TNI (serta calon-calon pimpinan TNI masa depan) tidak memiliki rasa 
permusuhan itu, kenapa mereka tidak boleh duduk bareng?

Arti yang lain, boleh jadi ini adalah pemberian kesempatan kedua. Jika 
kesempatan ini tak juga memberi manfaat, maka boleh juga dilakukan 
peninjauan ulang hubungan tersebut.

Terlalu banyak yang kita tak paham. Cari sisi positip jauh lebih bermakna, 
baik untuk diri sendiri, juga untuk khalayak banyak.


>From: "Arief Rakhmatsyah" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Golkar dan Poros Tengah
>Date: Tue, 5 Oct 1999 17:02:20 +0700
>
>Pengen tau. Kalau tiga tahun yang lalu dia diobok-obok TNI dan sekarang
>menggandeng TNI itu namanya apa?
>
>
>Riev
>
>
>
>  ----- Original Message -----
>From: tri man <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
><[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Monday, October 04, 1999 6:45 PM
>Subject: [Kuli Tinta] Golkar dan Poros Tengah
>
>
> > Golkar, jelas memihak Poros Tengah. Kelompok ini telah menunjukkan
>sikapnya
> > yang zig-zag sejak awal. Bisa dilihat dari komponen-komponen pendukung
> > kelompok ini. Sebagai kuda tunggangan, politisi model-model begini 
>paling
> > enak untuk dijadikan teman untuk mendukung sebuah tujuan dari kelompok
>lain
> > yang memerlukan.
> >
> > Golkar, jelas butuh 'teman-teman' yang seperti ini. PDI Perjuangan dan 
>PKB
> > sedemikian kerasnya dalam bersikap. PKB, lihat, meski Gus Dur dicalonkan
> > sebagai capres, PKB sama sekali tak kendur untuk menyalurkan suaranya ke
> > calonnya PDI Perjuangan. Pun demikian para PDI Perjuangan dalam 
>menyikapi
> > sebuah keyakinan. Ketika semua sibuk melakukan lobby dan kasak-kusuk,
>mereka
> > tetap dengan programnya sendiri. Sulit sekali untuk merubah sikap 
>politik
> > PDI Perjuangan dan PKB ini.
> >
> > Poros Tengah, boleh dibilang 'willem', 'dijawil gelem'. Tergantung apa 
>dan
> > seberapa besar imbalannya. Buat Golkar, politisi model beginilah yang
>perlu
> > dicari. Lebih-lebih Poros Tengah memang dibangun untuk menghempang calon
>PDI
> > Perjuangan (dan PKB). Tinggal disenggol sedikit saja, langsung mekar.
> >
> > Perhatikan, siapa yang menyuarakan kegembiraan atas terpilihnya AR 
>menjadi
> > ketua MPR tersebut. Semua adalah para Golkarwan, serta mereka-mereka 
>yang
> > sejak awal memang lebih memilih Habibie, seperti Hamzah Haz, Hartono
> > Marjono, dll.
> >
> > Menggaet Poros Tengah memang semudah menggaet cewek-cewek yang banyak
>mejeng
> > di pinggir jalan itu. Inilah yang benar-benar disebut 'pelacuran 
>politik'.
> > Posting-posting penggemar AR, coba ingat-ingat, betapa mereka menajiskan
> > Golkar, serta mengolok-olok PDI Perjuangan yang kata mereka mendekat ke
> > Golkar itu. Lho sekarang ?
> >
> > Triman
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke