Golkar, jelas memihak Poros Tengah. Kelompok ini telah menunjukkan sikapnya
yang zig-zag sejak awal. Bisa dilihat dari komponen-komponen pendukung
kelompok ini. Sebagai kuda tunggangan, politisi model-model begini paling
enak untuk dijadikan teman untuk mendukung sebuah tujuan dari kelompok lain
yang memerlukan.
Golkar, jelas butuh 'teman-teman' yang seperti ini. PDI Perjuangan dan PKB
sedemikian kerasnya dalam bersikap. PKB, lihat, meski Gus Dur dicalonkan
sebagai capres, PKB sama sekali tak kendur untuk menyalurkan suaranya ke
calonnya PDI Perjuangan. Pun demikian para PDI Perjuangan dalam menyikapi
sebuah keyakinan. Ketika semua sibuk melakukan lobby dan kasak-kusuk, mereka
tetap dengan programnya sendiri. Sulit sekali untuk merubah sikap politik
PDI Perjuangan dan PKB ini.
Poros Tengah, boleh dibilang 'willem', 'dijawil gelem'. Tergantung apa dan
seberapa besar imbalannya. Buat Golkar, politisi model beginilah yang perlu
dicari. Lebih-lebih Poros Tengah memang dibangun untuk menghempang calon PDI
Perjuangan (dan PKB). Tinggal disenggol sedikit saja, langsung mekar.
Perhatikan, siapa yang menyuarakan kegembiraan atas terpilihnya AR menjadi
ketua MPR tersebut. Semua adalah para Golkarwan, serta mereka-mereka yang
sejak awal memang lebih memilih Habibie, seperti Hamzah Haz, Hartono
Marjono, dll.
Menggaet Poros Tengah memang semudah menggaet cewek-cewek yang banyak mejeng
di pinggir jalan itu. Inilah yang benar-benar disebut 'pelacuran politik'.
Posting-posting penggemar AR, coba ingat-ingat, betapa mereka menajiskan
Golkar, serta mengolok-olok PDI Perjuangan yang kata mereka mendekat ke
Golkar itu. Lho sekarang ?
Triman
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!