"Mbak Mega , bagaimana kok Matori bisa "njungkel?, nanti bisa keterusan.
Sampeyan bisa njungkel pula ?. Njungkel itu bahasa Jawa. Artinya yang paling
dekat mungkin terjerembab. Wajah menabrak tanah. Jadi seperti muka Matori
setelah kalah itu. Sedikit kotor, tapi berwarna merah kehitam-hitaman.
Tenang. Tenang dulu . Jangan gugup seperti itu. Dalam jaman modern, main
bola bukan cuma asal merebut dan memasukkan bola dalam gawang lawan.
Didalamnya terkandung strategi dan taktik canggih yang menarik untuk dikaji.
Demikian pula dalam politik. "Kekalahan" PDIP di DPRD DKI atau kekalahan
tiga kali dalam voting di MPR pasti terkait erat dengan strategi dan taktik
seperti itu. Bisa dikatakan kali ini PDIP melakukan taktik "gol bunuh diri".
Pendukungnya boleh pusing lawan terus memasukkan gol dalam gawang PDIP. Tapi
kemantapan hati memberi kepercayaan pada pimpinan yang amat cerdas seperti
Alex Litay , Haryanto Taslam atau Megawati , bakal mengimbas pada
kesebelasan PDIP. Insyaallah PDIP bisa meraih puncak kehormatan kemanusiaan
: Kursi Presiden. Yang lain kan tidak penting.
Gol terakhir, adalah "Njungkelnya" Matori. Poros Tengik kok bisa menang.
Poros Tengik itu itu sebetulnya kan tidak ada ? Ya. Memang betul. Poros
Tengik dimata sehat Mega dan simpatisannya seperti kita-kita ini kan tidak
ada. Jadi strategi jitu Mega yang sakti sudah benar: Diam. Tidak usah
menggocek bola. Gol lawan nggak usah digubris. walaupun 10-0 ." Lho, Mbak ?!
Nanti kan bisa kobol-kobol ?". " Percaya saja sama pimpinan, jangan banyak
rewel..." . " Baik lah mbak , tapi jempol kami lama-lama kalau dicocok terus
kan bisa...' Diam adalah emas . Yang penting presiden. Percaya , kami yakin
dan percaya.... Pasti !.
Yang meresahkan lagi, apakah anggota MPR Yang Mulia itu tidak mengikuti
Milis Kuli Tinta ? Apakah tidak membaca dan memahami serial Bapak Reformasi
yang sudah sampai jilid 23 itu ? Apakah tidak memperhitungkan mulesnya perut
kita menikmati "Yang Mulia" Amin Rais duduk dikursi Ketua MPR selama 5 th
( baca 2x : LIMA tahun ) . Bukankah beliau itu bukan pendukung Mega , jadi
bukan bagian orang yang bermoral ?
Nggak tahulah Mbak..., kita ini rakyat marhaen belum mengetahui penemuan
strategi canggih baru yang dinamakan "gol bunuh diri " itu. " NICE SUICIDE
GOAL", singkatannya NSG , mirip MSG Ajino Moto. Kabarnya patennya mau dibeli
oleh AC Milan ? Biasalah. Orang luar selalu lebih bisa menghargai tinggi
kebudayaan kita seperti kebudayaan feodal Keraton kuno yang luhur itu. Tapi
apakah Alex Litay tidak memahami perasaan kita ?
Wassalam.
Abdullah Hasan.
( Pendukung Refornasi , yang pagi ini sedih sekali ) .
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!