Ha ha haa. Pak Hasan main hiperbola yang cantik, suasananya riang,
mencerminkan hati yang gembira. Syukurlah, nggak terlintas kemurungan lagi
disana.
Pak Hasan, telenovela ini makin mengasyikkan. Saya yakin masih bakal ada
'kejutan' lagi, karena selama ini kita hanya melihat dan menerka para tokoh
dari nampak luarnya.
Satu hal yang pasti, udara bisnis nggak sepengap bulan lalu. Pasar mulai
terkuak, ketakutan berinisiatif didunia usaha makin menipis. Imbas
perkembangan dari mimbar Senayan berdampak positip dalam dunia usaha, karena
'kelompok' yang tadinya 'takut' bermain di Indonesia, kini sudah pakai
shampoo clear semua. Baguslah, sebaiknya kita berterima kasih para perancang
orkestra Senayan yang telah melantunkan beat dinamyc-realistic yang
bernuansa kerukunan nasional dan mencintai kehidupan lebih dari sekedar
berkelompok kelompok secara fanatik.
Ini adalah momentum untuk kecewa bagi yang kebablasan fanatik, tetapi
sekaligus juga moment yang enjoyable dan sangat juicy bagi penonton di
tribune. Kita dimana yaaaa?
Yap
(diposting 9 Oktober 1999, pengen tahu nongolnya kapan)
>From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "Kuli Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] STRATEGI canggih PDIP
>Date: Mon, 4 Oct 1999 09:22:30 +0700
>
>"Mbak Mega , bagaimana kok Matori bisa "njungkel?, nanti bisa keterusan.
>Sampeyan bisa njungkel pula ?. Njungkel itu bahasa Jawa. Artinya yang
>paling
>dekat mungkin terjerembab. Wajah menabrak tanah. Jadi seperti muka Matori
>setelah kalah itu. Sedikit kotor, tapi berwarna merah kehitam-hitaman.
>
>Tenang. Tenang dulu . Jangan gugup seperti itu. Dalam jaman modern, main
>bola bukan cuma asal merebut dan memasukkan bola dalam gawang lawan.
>Didalamnya terkandung strategi dan taktik canggih yang menarik untuk
>dikaji.
>
>Demikian pula dalam politik. "Kekalahan" PDIP di DPRD DKI atau kekalahan
>tiga kali dalam voting di MPR pasti terkait erat dengan strategi dan taktik
>seperti itu. Bisa dikatakan kali ini PDIP melakukan taktik "gol bunuh
>diri".
>Pendukungnya boleh pusing lawan terus memasukkan gol dalam gawang PDIP.
>Tapi
>kemantapan hati memberi kepercayaan pada pimpinan yang amat cerdas
>seperti
>Alex Litay , Haryanto Taslam atau Megawati , bakal mengimbas pada
>kesebelasan PDIP. Insyaallah PDIP bisa meraih puncak kehormatan kemanusiaan
>: Kursi Presiden. Yang lain kan tidak penting.
>
>Gol terakhir, adalah "Njungkelnya" Matori. Poros Tengik kok bisa menang.
>Poros Tengik itu itu sebetulnya kan tidak ada ? Ya. Memang betul. Poros
>Tengik dimata sehat Mega dan simpatisannya seperti kita-kita ini kan tidak
>ada. Jadi strategi jitu Mega yang sakti sudah benar: Diam. Tidak usah
>menggocek bola. Gol lawan nggak usah digubris. walaupun 10-0 ." Lho, Mbak
>?!
>Nanti kan bisa kobol-kobol ?". " Percaya saja sama pimpinan, jangan banyak
>rewel..." . " Baik lah mbak , tapi jempol kami lama-lama kalau dicocok
>terus
>kan bisa...' Diam adalah emas . Yang penting presiden. Percaya , kami yakin
>dan percaya.... Pasti !.
>
>Yang meresahkan lagi, apakah anggota MPR Yang Mulia itu tidak mengikuti
>Milis Kuli Tinta ? Apakah tidak membaca dan memahami serial Bapak Reformasi
>yang sudah sampai jilid 23 itu ? Apakah tidak memperhitungkan mulesnya
>perut
>kita menikmati "Yang Mulia" Amin Rais duduk dikursi Ketua MPR selama 5 th
>( baca 2x : LIMA tahun ) . Bukankah beliau itu bukan pendukung Mega , jadi
>bukan bagian orang yang bermoral ?
>
>Nggak tahulah Mbak..., kita ini rakyat marhaen belum mengetahui penemuan
>strategi canggih baru yang dinamakan "gol bunuh diri " itu. " NICE SUICIDE
>GOAL", singkatannya NSG , mirip MSG Ajino Moto. Kabarnya patennya mau
>dibeli
>oleh AC Milan ? Biasalah. Orang luar selalu lebih bisa menghargai tinggi
>kebudayaan kita seperti kebudayaan feodal Keraton kuno yang luhur itu.
>Tapi
>apakah Alex Litay tidak memahami perasaan kita ?
>
>Wassalam.
>Abdullah Hasan.
>( Pendukung Refornasi , yang pagi ini sedih sekali ) .
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!