Bagaimana kalau begini :
"Haram hukumnya menyampaikan "Salam" kepada orang-orang Non muslim "
Soalnya yang saya tahu, menyampaikan salam dan menjawab salam dari orang
kafir adalah Haram.
Salam adalah mendo'akan semoga mendapat berkah dan sejahtera.
Tidak setuju ?,... argumentasinya.?
----------
> From: Mustafa H Baabad <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN BELASUNGKAWA
> Date: 11 Oktober 1999 6:50
>
> Memang Mustafa suka ngengkel.
>
> Bahkan berdoa untuk yang beragama lain yang sudah matipun nggak apa-apa.
> Syurga dan neraka milik Allah, siapa yang masuk kemana itu haknya Allah,
> saya nggak ikut campur. Do'a mendoa antar agama ini hanya pelampiasan
> perasaan simpati yang insya Allah bisa memperkuat ikatan manusia yang
hidup.
>
> Doa ini yang di tunjukkan untuk keperluan manusia yang hidup agar saling
> mengerti dan saling bersimpati, bukan bermusuhan. Nggak ada maksiatnya
> disitu (tentunya selama permintaan itu kepada Allah). Sekali lagi
doa-mendoa
> model ini untuk membangun persahabatan bagi yang hidup. Dan saya akan
> lakukan bila memang kesempatannya ada, saya tidak melihat mudharatnya
> disini.
>
> Wassalam.
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: Anti_SQ <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Friday, October 08, 1999 3:50 PM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN BELASUNGKAWA
>
>
> >Wah, mBah, anda tampaknya kurang menyimak. Saya tidak pernah mengatakan
> >bahwa umat Islam dilarang mendoakan non-muslim yang masih hidup. Yang
> >saya sampaikan adalah umat Islam dilarang mendoakan non-muslim yang
> >sudah meninggal.
> >
> >Terdapat perbedaan mendasar antara orang yang masih hidup dengan yang
> >sudah meninggal. Selama seseorang masih hidup, maka pintu taubat
> >senantiasa terbuka, dan karena itu umat Islam diperbolehkan (bahkan
> >dianjurkan) mendoakan non-muslim agar mendapat hidayah. Tapi begitu
> >seseorang sudah meninggal, maka pintu taubat telah tertutup, dan mereka
> >tidak mungkin lagi menerima hidayah.
> >
> >Anti_SQ
> >
> >----------
> >From: mBah Soeloyo
> >To: Ichwan; anti_sq; aswat; kuli; Mustafa H Baabad
> >Cc: Ahmad Dimpu; Abdullah Hasan; Novianti Aktivanto; Arief Rakhmatsyah;
> >bRidWaN; Cosmas Damianus Tufan; Daniel H.T.; Dedi Elfira;
> >[EMAIL PROTECTED]; che; Franca A.S. Wenas; GIGIH NUSANTARA;
> >Chandra Adenan; Izrin Agus; iwans; Martin Manurung; Mudjiman (KPC);
> >Natalia Murad; Prijo Sambodo; Abdur Rahim; Samy; [EMAIL PROTECTED];
> >Andriecht; [EMAIL PROTECTED]; Phantom Stranger; Syafiq Basri; White
> >Crow; Yap C. Young; Hihihiiik Yek
> >Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN BELASUNGKAWA
> >Date: Friday, October 08, 1999 3:27PM
> >
> >waah... berat juga nih kalau diskusinya telah mencapai
> >tataran
> >langit.
> >tapi saya punya satu buku tafsir, hanya tulisan dari ulama
> >ahmadiyah,
> >yang di tafsirannya adalah sbb:
> >
> >QS28:56: Surely thou canst not guide whom thou lovest, but
> >ALLAAH
> >guides whom He pleases; and He knows best those who walk
> >aright***.
> >
> >***: It is related that when Abu Thalib was on his deathbed,
> >the Holy Prophet
> >asked him to believe in Divine Unity. Abu Jahl being by him
> >at the time, dissuaded him from doing so. saying that he
> >should not desert the religion of his fathers. Abu Thalib
> >died and unbeliever, and the world "thou canst not guide
> >thou lovest# were comfort to the prophet. But the word are
> >true in e general sense as well. The Prophet wished that all
> >people should accept the truth and better their lives. But
> >all this was to be brought about gradually.
> >
> >tentang pengertiannya saya kurang "dong", berhubung tidak
> >menguasai bahasa
> >arab, kecuali sekedar bisa baca, yang kedua juga tidak mampu
> >memahami
> >bahasa sastra inggris yang demikian klasik itu.
> >
> >hanya saja yang terambil oleh saya, di ayat itu tidak ada
> >keterangan bahwa
> >NABI mendoakan pamanda tercinta (thou lovest kan?),
> >melainkan meminta sang paman untuk menerima syahadat (laa
> >ilaha ilallaahu... itu lho) menjelang meninggal. dengan kata
> >lain, apakah selama beliau hidup bersama sang paman itu
> >tidak pernah nabi mendo'akan pamanda? musatahil kan....
> >paling tidak mendoakan agar pamannya dilimpahi rezki lah
> >bodonannya... kan nabi sebagian masa hidupnya ada di tangan
> >abu thalib...
> >kalau benar orang islam dilarang mendoakan orang non muslim
> >dan itu berlaku benar-benar.. ya kasihan khalifah ali to ya?
> >
> >namun jangan lupa ayat ditutup oleh kalimah allaah, bahwa
> >hanya allaahlah yang berwenang memberikan petunjuk, dan
> >allaah pula yang maha tahu kepada siapa-siapa yang lurus
> >jalannya (karena menerima petunjuk).
> >
> >inipun juga sebenarnya (kalau saya berpendapat) penafsir
> >tidak boleh memvonis bawa abu thalib itu tidak beriman. lho
> >kan tidak ada keputusan dari allaah, yang menyatakan bahwa
> >abu thalib itu tidak beriman. betul kan? maaf kalau salah,
> >dan mohon dikoreksi.. sekalian ngaji nih..
> >
> >juga kalau kenyataannya waktu itu hadir pula abu jahl....
> >berarti faktor abu jahl ini sangat kuat bagi keputusan abu
> >thalib. (ada yang tahu tidak urutan persaudaraan abu jahl
> >dan abu thalib? jangan-jangan abu thalib itu adiknya, yang
> >juga sangat
> >hormat kepada kakaknya?). kalau demikian ini lantas dimana
> >letak kesalahannya?
> >bukankah ini suatu pelajaran yang luar biasa luasnya dari
> >hanya
> >satu ayat saja.
> >
> >pelajaran bahwa seorang nabi-pun tidak kuasa membuat kerabat
> >dekatnya yang paling dicintai lagi, untuk menerima
> >ajarannya...
> >
> >pelajaran bahwa segala sesuatu tentang nasib manusia itu
> >sepenuhnya berada di tangan allaah. (sampai ada yang
> >berteori bahwa tuhan itu sewenang-wenang. hehee..) tidak
> >harus orang baik masuk surga dan tida harus orang jelek
> >masuk neraka.. begitu kira-kira pendapat faham ini....
> >soalnya manusia hanya mampu melihat yang lahir saja..
> >seperti petuah nabi yang disitir
> >gusdur tentang menghukumi dengan lahir itu... lak gitu...
> >pelajaran tentang pengaruh manusia di sekitarnya... dalam
> >hal ini antara abu thalib dan abu jahl..
> >lho kan luaaassss sekali to ya, tidak hanya sekedar "Orang
> >islam dilarang mendoakan orang bukan islam"... bukan begitu
> >bung aswat, mas hasan dan bung anti-sq?
> >
> >maaf kalau lancang (kumawani) ngambah bab kelangitan ini..
> >habis di milist lain saya juga diujar-ujari orang...
> >hehehe...
> >
> >wassalam,
> >
> >mbah soeloyo
> >(sedang ngaji iqra' dan nggak pernah khatam walaupun satu
> >harf saja.... dari ayat pertama al-baqarah....)
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!