Salam,
Urun rembug sedikit ya...

Perdebatan soal Abutalib ini sebetulnya 'lagu lama
cerita biasa'. Cuma buat yang baru membacanya, saya
kira ada baiknya bersikap lebih hati-hati dan
bijaksana.

Dasar yang dipakai banyak penafsir, menurut kritik
sementara ulama, sama sekali tidak pas. Mereka yang
menisbatkan ayat tsb diturunkan dalam kaitan dengan
Abu Talib r.a. keliru. Pamanda Nabi saw Abu Talib
meninggal di Mekah, pada tahun yang sama dengan
wafatnya isteri Nabi, Khadijah radhiAllahu 'anha
(r.a.). Itu sebabnya tahun itu digelari sebagai Tahun
Dukacita ('Aamul Hazn). Sedangkan ayat tsb turun di
Madinah, sekian tahun kemudian. Nah, mana mungkin
sebab turunnya ayat (asbabun nuzul) berlaku surut ?
Tidak klop, alias mengada-ada. 

Juga secara logika hal tsb doesn't make sense. Coba
kita analisa: " Apa untungnya buat Abu Talib menjaga
dan melindungi sang keponakan (nabi Muhammad saw) jika
secara prinsip beliau tidak menyetujui ajarannya? "

Banyak ahli berpendapat bahwa (penisbatan, atau fitnah
tepatnya) itu ada kaitannya dengan pertentangan antara
kelompok Ali (putra Abu Talib) dengan kelompok Bani
Ummayah -- yang mana kemudian kita kenal bahwa
kelompok Khalifah Ali belakangan disebut sebagai
'Syiah Ali' atau 'SYiah" saja -- dan selama ratusan
tahun sesudah wafat beliau kelompok tsb dihajar,
dikejar, dibunuhi, dsb (Baca misalnya buku Al Maududi,
Khilafah dan Kerajaan, terbitan Mizan, Bandung).

Karena agama diwarnai politik, dan sebagian ulama yang
bisa 'dibeli' pro Muawiyah (Bani Umayah) banyak
menciptakan hadis yang menguntungkan kelompoknya,
sembari menggasak kelompok Syiah Ali. Biasa itu Bung,
Mbak. Saya jadi ingat oknum Majelis Ulama di sebuah
negara 'antah berantah' yang dengan mudah bisa
menghalalkan judi - berhubung penguasa menginginkan
diselenggarakannya suatu bentuk perjudian. Besok besok
ulama model begini bisa memberi penguasa alasan apa
pun, tergantung ordernya, tergantung duitnya.

Jangan kaget kalau nanti ada lagi ayat yang katanya
diturunkan karena sayyidina Ali mabuk,dsb, dsb....
Beware of this kind of things Bung...

Kayaknya, seperti sering disarankan Nurcholish Madjid,
Gus Dur dan  AMien Rais, sebaiknya kita tidak usah
terkotak-kotak (model jaman kuno), dan lebih baik
menjalankan Islam yang 'non-sektarian'. Tidak ada
mazhab-mazhaban.. Semuanya baik, asalkan logis, benar
dan selalu menghargai perbedaan pendapat yang muncul.

Sementara itu, kita (baca: saya khususnya) memang
mesti belajar lebih banyak lagi..

Matur nuwun.

Syafiq Basri.
Sydney, Australia.


--- mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> lho sebentar to
> tetapi kok referensi ayatnya kok ke situ... ke
> masalah
> nabi meminta pamannya beriman?
> kan berarti kurang pas gitu lho...
> lha sekarang untuk jelasnya, mbok tolong
> diberi nash yang benar-benar menunjukkan
> bahwa umat islam dilarang mendoakan arwah
> bukan islam, gitu... biar pada puas.
> sedangkan kita masuk kuburan saja dianjurkan
> mengucapkan salam kan?
> 
> wassalam,
> (eh ini bukan yang dimaksud di atas lho..
> hihihihiiii)
> 
> mbah soeloyo
> -----------
> ----- Original Message -----
> From: Anti_SQ <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]&g
> Sent: Friday, October 08, 1999 5:47 PM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN
> BELASUNGKAWA
> 
> 
> > Wah, mBah, anda tampaknya kurang menyimak. Saya
> tidak
> pernah mengatakan
> > bahwa umat Islam dilarang mendoakan non-muslim
> yang masih
> hidup. Yang
> > saya sampaikan adalah umat Islam dilarang
> mendoakan
> non-muslim yang
> > sudah meninggal.
> >
> > Terdapat perbedaan mendasar antara orang yang
> masih hidup
> dengan yang
> > sudah meninggal. Selama seseorang masih hidup,
> maka pintu
> taubat
> > senantiasa terbuka, dan karena itu umat Islam
> diperbolehkan (bahkan
> > dianjurkan) mendoakan non-muslim agar mendapat
> hidayah.
> Tapi begitu
> > seseorang sudah meninggal, maka pintu taubat telah
> tertutup, dan mereka
> > tidak mungkin lagi menerima hidayah.
> >
> > Anti_SQ
> >
> > ----------
> > From: mBah Soeloyo
> > To: Ichwan; anti_sq; aswat; kuli; Mustafa H Baabad
> > Cc: Ahmad Dimpu; Abdullah Hasan; Novianti
> Aktivanto; Arief
> Rakhmatsyah;
> > bRidWaN; Cosmas Damianus Tufan; Daniel H.T.; Dedi
> Elfira;
> > [EMAIL PROTECTED]; che; Franca A.S. Wenas;
> GIGIH
> NUSANTARA;
> > Chandra Adenan; Izrin Agus; iwans; Martin
> Manurung;
> Mudjiman (KPC);
> > Natalia Murad; Prijo Sambodo; Abdur Rahim; Samy;
> [EMAIL PROTECTED];
> > Andriecht; [EMAIL PROTECTED]; Phantom Stranger;
> Syafiq
> Basri; White
> > Crow; Yap C. Young; Hihihiiik Yek
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN
> BELASUNGKAWA
> > Date: Friday, October 08, 1999 3:27PM
> >
> > waah... berat juga nih kalau diskusinya telah
> mencapai
> > tataran
> > langit.
> > tapi saya punya satu buku tafsir, hanya tulisan
> dari ulama
> > ahmadiyah,
> > yang di tafsirannya adalah sbb:
> >
> > QS28:56: Surely thou canst not guide whom thou
> lovest, but
> > ALLAAH
> > guides whom He pleases; and He knows best those
> who walk
> > aright***.
> >
> > ***: It is related that when Abu Thalib was on his
> deathbed,
> > the Holy Prophet
> > asked him to believe in Divine Unity. Abu Jahl
> being by
> him
> > at the time, dissuaded him from doing so. saying
> that he
> > should not desert the religion of his fathers. Abu
> Thalib
> > died and unbeliever, and the world "thou canst not
> guide
> > thou lovest# were comfort to the prophet. But the
> word are
> > true in e general sense as well. The Prophet
> wished that
> all
> > people should accept the truth and better their
> lives. But
> > all this was to be brought about gradually.
> >
> > tentang pengertiannya saya kurang "dong",
> berhubung tidak
> > menguasai bahasa
> > arab, kecuali sekedar bisa baca, yang kedua juga
> tidak
> mampu
> > memahami
> > bahasa sastra inggris yang demikian klasik itu.
> >
> > hanya saja yang terambil oleh saya, di ayat itu
> tidak ada
> > keterangan bahwa
> > NABI mendoakan pamanda tercinta (thou lovest
> kan?),
> > melainkan meminta sang paman untuk menerima
> syahadat (laa
> > ilaha ilallaahu... itu lho) menjelang meninggal.
> dengan
> kata
> > lain, apakah selama beliau hidup bersama sang
> paman itu
> > tidak pernah nabi mendo'akan pamanda? musatahil
> kan....
> > paling tidak mendoakan agar pamannya dilimpahi
> rezki lah
> > bodonannya... kan nabi sebagian masa hidupnya ada
> di
> tangan
> > abu thalib...
> > kalau benar orang islam dilarang mendoakan orang
> non
> muslim
> > dan itu berlaku benar-benar.. ya kasihan khalifah
> ali to
> ya?
> >
> > namun jangan lupa ayat ditutup oleh kalimah
> allaah, bahwa
> > hanya allaahlah yang berwenang memberikan
> petunjuk, dan
> > allaah pula yang maha tahu kepada siapa-siapa yang
> lurus
> > jalannya (karena menerima petunjuk).
> >
> > inipun juga sebenarnya (kalau saya berpendapat)
> penafsir
> > tidak boleh memvonis bawa abu thalib itu tidak
> beriman.
> lho
> > kan tidak ada keputusan dari allaah, yang
> menyatakan bahwa
> > abu thalib itu tidak beriman. betul kan? maaf
> kalau salah,
> > dan mohon dikoreksi.. sekalian ngaji nih..
> >
> > juga kalau kenyataannya waktu itu hadir pula abu
> jahl....
> > berarti faktor abu jahl ini sangat kuat bagi
> keputusan abu
> > thalib. (ada yang tahu tidak urutan persaudaraan
> abu jahl
> > dan abu thalib? jangan-jangan abu thalib itu
> adiknya, yang
> > juga sangat
> > hormat kepada kakaknya?). kalau demikian ini
> lantas 
=== message truncated ===

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke