Wah diskusi agama kok diterus-teruskan disini. Kesanku
dari membaca engkel-engkelan perkara agama dibeberapa
milis adalah bahwa pendidikan agama yang telah dan
sedang berlangsung di Indonesia selama ini cuma
menciptakan robot-robot yang tidak manusiawi dan
seringkali mengingkari nuraninya sendiri. 

Pendidikan agama ternyata tidak mendidik pemeluknya
untuk menjunjung tinggi kemanusiaan tetapi malah
menjerumuskan agama itu sendiri ke dalam jurang
kenistaan. Allah sudah disamakan dengan agama dan
harus dibela mati-matian. Dan mirip politik dagang
sapi, kalau Allah kubela aku dapat imbalannya. 

--- Installasi Design <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bagaimana kalau begini :
> "Haram hukumnya menyampaikan "Salam" kepada
> orang-orang Non muslim "
> Soalnya yang saya tahu, menyampaikan salam dan
> menjawab salam dari orang
> kafir adalah Haram.
> Salam adalah mendo'akan semoga mendapat berkah dan
> sejahtera.
> Tidak setuju ?,... argumentasinya.?
> 
> ----------
> > From: Mustafa H Baabad <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> 
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN
> BELASUNGKAWA
> > Date: 11 Oktober 1999 6:50
> > 
> > Memang Mustafa suka ngengkel.
> > 
> > Bahkan berdoa untuk yang beragama lain yang sudah
> matipun nggak apa-apa.
> > Syurga dan neraka milik Allah, siapa yang masuk
> kemana itu haknya Allah,
> > saya nggak ikut campur. Do'a mendoa antar agama
> ini hanya pelampiasan
> > perasaan simpati yang insya Allah bisa memperkuat
> ikatan manusia yang
> hidup.
> > 
> > Doa ini yang di tunjukkan untuk keperluan manusia
> yang hidup agar saling
> > mengerti dan saling bersimpati, bukan bermusuhan.
> Nggak ada maksiatnya
> > disitu (tentunya selama permintaan itu kepada
> Allah). Sekali lagi
> doa-mendoa
> > model ini untuk membangun persahabatan bagi yang
> hidup. Dan saya akan
> > lakukan bila memang kesempatannya ada, saya tidak
> melihat mudharatnya
> > disini.
> > 
> > Wassalam.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: Anti_SQ <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: Friday, October 08, 1999 3:50 PM
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN
> BELASUNGKAWA
> > 
> > 
> > >Wah, mBah, anda tampaknya kurang menyimak. Saya
> tidak pernah mengatakan
> > >bahwa umat Islam dilarang mendoakan non-muslim
> yang masih hidup. Yang
> > >saya sampaikan adalah umat Islam dilarang
> mendoakan non-muslim yang
> > >sudah meninggal.
> > >
> > >Terdapat perbedaan mendasar antara orang yang
> masih hidup dengan yang
> > >sudah meninggal. Selama seseorang masih hidup,
> maka pintu taubat
> > >senantiasa terbuka, dan karena itu umat Islam
> diperbolehkan (bahkan
> > >dianjurkan) mendoakan non-muslim agar mendapat
> hidayah. Tapi begitu
> > >seseorang sudah meninggal, maka pintu taubat
> telah tertutup, dan mereka
> > >tidak mungkin lagi menerima hidayah.
> > >
> > >Anti_SQ
> > >
> > >----------
> > >From: mBah Soeloyo
> > >To: Ichwan; anti_sq; aswat; kuli; Mustafa H
> Baabad
> > >Cc: Ahmad Dimpu; Abdullah Hasan; Novianti
> Aktivanto; Arief Rakhmatsyah;
> > >bRidWaN; Cosmas Damianus Tufan; Daniel H.T.; Dedi
> Elfira;
> > >[EMAIL PROTECTED]; che; Franca A.S. Wenas;
> GIGIH NUSANTARA;
> > >Chandra Adenan; Izrin Agus; iwans; Martin
> Manurung; Mudjiman (KPC);
> > >Natalia Murad; Prijo Sambodo; Abdur Rahim; Samy;
> [EMAIL PROTECTED];
> > >Andriecht; [EMAIL PROTECTED]; Phantom Stranger;
> Syafiq Basri; White
> > >Crow; Yap C. Young; Hihihiiik Yek
> > >Subject: Re: [Kuli Tinta] TURUT BERDUKA CITA DAN
> BELASUNGKAWA
> > >Date: Friday, October 08, 1999 3:27PM
> > >
> > >waah... berat juga nih kalau diskusinya telah
> mencapai
> > >tataran
> > >langit.
> > >tapi saya punya satu buku tafsir, hanya tulisan
> dari ulama
> > >ahmadiyah,
> > >yang di tafsirannya adalah sbb:
> > >
> > >QS28:56: Surely thou canst not guide whom thou
> lovest, but
> > >ALLAAH
> > >guides whom He pleases; and He knows best those
> who walk
> > >aright***.
> > >
> > >***: It is related that when Abu Thalib was on
> his deathbed,
> > >the Holy Prophet
> > >asked him to believe in Divine Unity. Abu Jahl
> being by him
> > >at the time, dissuaded him from doing so. saying
> that he
> > >should not desert the religion of his fathers.
> Abu Thalib
> > >died and unbeliever, and the world "thou canst
> not guide
> > >thou lovest# were comfort to the prophet. But the
> word are
> > >true in e general sense as well. The Prophet
> wished that all
> > >people should accept the truth and better their
> lives. But
> > >all this was to be brought about gradually.
> > >
> > >tentang pengertiannya saya kurang "dong",
> berhubung tidak
> > >menguasai bahasa
> > >arab, kecuali sekedar bisa baca, yang kedua juga
> tidak mampu
> > >memahami
> > >bahasa sastra inggris yang demikian klasik itu.
> > >
> > >hanya saja yang terambil oleh saya, di ayat itu
> tidak ada
> > >keterangan bahwa
> > >NABI mendoakan pamanda tercinta (thou lovest
> kan?),
> > >melainkan meminta sang paman untuk menerima
> syahadat (laa
> > >ilaha ilallaahu... itu lho) menjelang meninggal.
> dengan kata
> > >lain, apakah selama beliau hidup bersama sang
> paman itu
> > >tidak pernah nabi mendo'akan pamanda? musatahil
> kan....
> > >paling tidak mendoakan agar pamannya dilimpahi
> rezki lah
> > >bodonannya... kan nabi sebagian masa hidupnya ada
> di tangan
> > >abu thalib...
> > >kalau benar orang islam dilarang mendoakan orang
> non muslim
> > >dan itu berlaku benar-benar.. ya kasihan khalifah
> ali to ya?
> > >
> > >namun jangan lupa ayat ditutup oleh kalimah
> allaah, bahwa
> > >hanya allaahlah yang berwenang memberikan
> petunjuk, dan
> > >allaah pula yang maha tahu kepada siapa-siapa
> yang lurus
> > >jalannya (karena menerima petunjuk).
> > >
> > >inipun juga sebenarnya (kalau saya berpendapat)
> penafsir
> > >tidak boleh memvonis bawa abu thalib itu tidak
> beriman. lho
> > >kan tidak ada keputusan dari allaah, yang
> menyatakan bahwa
> > >abu thalib itu tidak beriman. betul kan? maaf
> kalau salah,
> > >dan mohon dikoreksi.. sekalian ngaji nih..
> > >
> > >juga kalau kenyataannya waktu itu hadir pula abu
> jahl....
> > >berarti faktor abu jahl ini sangat kuat bagi
> keputusan abu
> > >thalib. (ada yang tahu tidak urutan persaudaraan
> abu jahl
> > >dan abu thalib? jangan-jangan abu thalib itu
> adiknya, yang
> > >juga sangat
> > >hormat kepada kakaknya?). kalau demikian ini
> lantas dimana
> > >letak kesalahannya?
> > >bukankah ini suatu pelajaran yang luar biasa
> luasnya dari
> > >hanya
> > >satu ayat saja.
> > >
> 
=== message truncated ===

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke