On Fri, 15 Oct 1999, Andriecht wrote:

> Salam,
 
> Jika PDI-P yang melakukan hal itu, namanya bukan KKN tapi usaha maksimal
> untuk berpartisipasi secara aktif,

Betul.
Jika PDI-P melakukan money politic, itu namanya ujud kepedulian.
Jika PDI-P melakukan kekerasan, itu namanya unjuk rasa.
Jika PDI-P berbuat anti demokrasi, itu namanya ketidakpuasan.
Jika PDI-P berbuat seperti kelompok status quo, itu namanya reformis.
Jika PDI-P meminggirkan kelompok tertentu, itu namanya demokrasi.
Munafik.
Hipokrit.
 
> Lagipula rakyat di daerah pemilihan sanak kadangnya bu Megawati tidak protes
> tuh,

Pengin digebuki apa? Yang bener saja. Protes itu hanya pantas diunjukkan
pada partai non PDI-P. Untuk PDI-P, pendukung partai harap tutup mulut,
tutupo mata, tutup telinga. The party knows best. Mirip partainya Hitler
tempo hari.

> Kalau anda melihat langsung, sanak kadang bu Megawati juga sangat
> diagung-agungkan,

Bisa jadi.
Wong bapaknya yang udah jelas bikin bangkrut negara ini aja masih
didewa2kan.

> Jadi wajarlah jika mereka dicalonkan oleh pendukung-pendukung bu Mega, ini
> bukan nepotisme, tapi kepasrahan dari calon lainnya saja,.untuk memberi
> kedudukan bagi sanak kadangnya bu Mega, mungkin sebagai wujud bakti dan
> kecintaan mereka pada Bu Mega,.

Bisa jadi.
Atau, wujud dari ketakutan terhadap partai.
Anehnya, di jaman reformasi masih ada partai model begini.

> Usul buat Pak Martin,.tolong beritahu teman-teman mahasiswa, pada hari
> jum'at (15/10-99) ini jangan demo, soalnya jam 14.00 saya mau fitness di
> Hilton nih,.

He..he..hee...
Ikut aja fitness model teman2 pak Martin. Melempari aparat dengan batu dan
molotov. 

WAM



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke