Nah itu dia, bung. Kalau mau jujur, sebenarnya kan yg namanya Irian Jaya itu, kan sewaktu proklamasi bukan bagian dari RI. Lagipula secara etnis mereka jauh lebih cocok gabung sama Papua Nugini, secara perjalanan sejarah, mereka bergabung (atau digabung) dengan Indonesia tidak pada saat proklamasi tetapi beberapa tahun kemudian. Belum lagi kalau mempertimbangkan faktor-faktor lain. Negaranya ndak perlu negara agama, tetapi bisa saja negara Papua. Apa harus kudu didasarkan atas dasar agama? Kan enggak. Tergantung selera masing-masing. Kalau dipaksakan negara agama, bisa repot, mas. Itu salah satu contoh. Lainnya ya terserah masing-masing. salam. -----Original Message----- From: adidjoko mulyono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, October 21, 1999 2:15 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG lho to tambah gendeng................ya nggak bisa wong budayanya khan nggak bisa dipisah..kita bisa membayangkan negara jatim satu untuk yg islam bertetangga negara jatim dua yg katolik...........theori sih bisa...................pelaksanaannya nol putulllllllllllll Cosmas Damianus Tufan wrote: > -----Original Message----- > From: adidjoko mulyono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Wednesday, October 20, 1999 10:51 AM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG > > ini idenya orang gendeng.......gila. > > allah menciptakan alam ini untuk semua makhluknya..............dan kita semua berhak >menempati bumi ini dengansaling bekerja > sama........tolernasi,,menghormati keyakinan agama masing-masing. > > khusus yg dari kristen dan islam........sumber agama secara sejarah saling berurutan >dan isi kitab suci al-quran begitu lebih > mendetail mejelaskan firman allah kepada nabi isa. > > jadi antara kristen dan islam itu sebetulnya inti ajarannya sama mendirikankebenaran >dan menolak kejahatan. > > hanya manusia yg terpengaruh faktor ras, geographis, sejarah ekonomi akhirnyta >mengkristal dan saling membenci antar kelompok. > > alangkah bodohny manusia saling berantem gara-gara agama........ > > pokoknya tetap indonesia satu negara dengan kemajemukan........... > > ---------------------------------- > > kok ide orang gendeng alias orang gila? > Ini ide yang masuk akal, Bung. > daripada tetap bernaung di bawah satu negara Indonesia tetapi > saling membenci, mencurigai, fitnah, balas dendam, dan > sebagainya, kan mendingan berpisah saja!! > > Suami istri saja kalau sudah merasa tidak cocok ya > berpisahlah, dengan baik-baik, bila perlu yang dengan > tidak baik-baik. Toh buktinya Indonesia pernah berbentuk > negara serikat. Kalau jadi negara-negara kecil yang berdaulat > penuh juga rasanya enggak ada salahnya. kan masing-masing > negara itu bisa hidup berdampingan dengan damai. > > salam. > > > > >------------------------------------------------------------------------ > ______________________________________________________________________ > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; > Bergabung: [EMAIL PROTECTED] > Keluar: [EMAIL PROTECTED] > > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
