Irian Jaya kan bergabung dengan Indonesia
setelah adanya PEPERA di bawah PBB.

Waktu proklamasi kan Irian masih di bawah Belanda, Bung.
Segera setelah merdeka, Bung Karno mengumandangkan
REBUT IRIAN Barat, karena Bung Karno MENGANGGAP bahwa
Irian Barat adalah wilayah Republik Indonesia.  
Dibentuklah Komando Mandala di bawah komado 
Mayjen (waktu itu) Soeharto.  Penyusupan pasukan
ke wilayah Irian Barat memakan korban antara lain Laksamana
Yos Soedarso yg terkenal dengan Peristiwa Laut Arafuru.
Terus penerjunan sukarelawan ke Irian Barat, antara lain
Team Naga di bawah Mayor (waktu itu) Benny Moerdani. 

Karena tekanan internasional, akhirnya Belanda menyerah
dan memberikan mandat atas Irian Barat kepada PBB sebagai
masa peralihan.  Setahun kemudian, barulah diadakan PEPERA
(Penentuan Pendapat Rakyat).   Saya kira jelas, Bung.


-----Original Message-----
From:   �� [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Thursday, October 21, 1999 10:16 PM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: [Kuli Tinta] JACOB TOBING  &  AKBAR TANJUNG

Aaah yang bener aja........

Tolong dong referensi sejarahnya disebutkan...

Ketika proklamasi itu diproklamirkan, sebenarnya dimana sih
wilayah Indonesia?

��


----- Original Message -----
From: Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 21 October 1999 17:20
Subject: RE: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG



Nah itu dia, bung.

Kalau mau jujur, sebenarnya kan yg namanya Irian Jaya itu,
kan sewaktu proklamasi bukan bagian dari RI.  Lagipula secara
etnis mereka jauh lebih cocok gabung sama Papua Nugini,
secara perjalanan sejarah, mereka bergabung (atau digabung)
dengan Indonesia tidak pada saat proklamasi tetapi beberapa
tahun kemudian.  Belum lagi kalau mempertimbangkan faktor-faktor
lain.

Negaranya ndak perlu negara agama, tetapi bisa saja negara Papua.
Apa harus kudu didasarkan atas dasar agama?  Kan enggak.
Tergantung selera masing-masing.  Kalau dipaksakan negara agama,
bisa repot, mas.  Itu salah satu contoh.

Lainnya ya terserah masing-masing.

salam.




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









Kirim email ke