Itu pendapat anda, boleh-boleh saja. Tapi menurut saya itu berarti anda
termasuk orang yang melegitimasi/ membenarkan dalam mempermainkan aspirasi
dari para pemilih, yang dalam istilah PDIP disebut memperdayakan rakyat,
bukan memberdayakannya.  Trim's,  Fw.



> -----Original Message-----
> From: Marto Blantik [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Ah inikan beda antara lulusan sekolah elite orba, dan yang berusaha
> sekolah
> tapi mrotol di tengah jalan dan berusaha belajar sendiri sesuai dengan
> nurani. Yang lulusan elite orba dapat bermain cantik di pesta SU MPR, yang
> mrotol serba ragu-ragu dan gamang persis orang kampung yang ikut pesta
> mewah. Semua langkah serba canggung, mau ikut politik dagang sapi, eh yang
> didapat politik jagal banteng gemuk.
> 
> Marto Blantik Banteng
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: Franca A.S. Wenas <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> 
> > Saya setuju pendapat anda atas keandalan AR itu. Bagaimanapun dia jelih
> &
> > tajam intuisinya dalam mengamati & memahami SWOT sesuai real kondisi
> yang
> > ada pada partai-partai yang ada.
> > Dan atas dasar itu berhasil menetapkan strategi yang efektif.
> Bagaimanapun
> > itu prestasi, & saya acungkan jempol.
> >
> > Disisi lain saya melihat kondisi PDIP yang sesuai aspirasi pemilihnya &
> > platform partai, menjadi serba salah. Disatu pihak tak dapat berkoalisi
> > dengan Golkar karena status SQ yang diberinya, sementara dengan PT
> terhadang
> > penolakan mereka pada masalah gender & sekuler. Itu ssejauh amatan saya.
> >
> > Jelas dong itu seperti filmnya Warkop yang kita kenal , "maju kena
> mundur
> > kena. Memang disini juga ada salah PDIP dalam memposisikan diri & partai
> > lainnya sejak dulu. Sehingga dalam sikon SU ini jadikesulitan karena
> > berpegang pada etika politik & hati nurani.
> >
> > Seandainya situasi itu diantisipasi PDIP jauh hari sebelumnya, maka
> niscaya
> > PDIP kesulitan ini tidak dialami, juga dengan tidak melakukan politik
> > dagang-sapi, yang kata ZN dinamakan aliansi strategis sesaat, suatu
> iastilah
> > keren yang sama maknanya : mempermainkan aspirasi para pemilihnya.
> > Itu ada baiknya, PDIP perlu mempertahankan prinsip mereka yang diyakini
> > benar, karena nanti juga akan dinilai masyarakat luas & kritis. Dan
> situasi
> > ini akan lebih baik saat menghadapi pemilihan presiden y.a.d. secara
> > langsung, tanpa melalui perwakilan yang menimbulkan distorsi seperti
> saat
> > ini, yaitu dagang-sapi.
> >
> > Semoga tidak terlalu panjang. Trim's, FW.
> >
> >
> > > -----Original Message-----
> > > From: vana ivanona [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > >
> > > Ini nyindir atau apa ? Pemimpin yang kurang menghargai nuraninya
> sendiri
> > > akan segera termakan 'kala', gitu saja.
> > >
> > >
> > > ----- Original Message -----
> > > From: Warsono-Kebumen Asli <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> > > Selamat Bung Amin..........
> > > Ternyata anda seorang politikus yang handal, ini dibuktikan dengan
> > > berjalan
> > > mulusnya seluruh skenario Anda. Walaupun anda sedikit kecewa dengan
> hasil
> > > Pemilu 1999, namun anda tetap brilyan untuk bisa memperoleh kursi
> Ketua
> > > MPR,
> > > dan skenario akhir Anda tentang pencalonan GUSDUR, juga sukes.
> > >
> > > Sekali lagi selamat dan Sukes untuk Anda................
> > >
> > > Bagaimana teman-teman..?????
> > > Setuju...?????
> > >
> > > Warsono-Kebumen Asli
> > > [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >
> > > "Bodoh sekali orang yang selalu mmbersihkan seluruh anggota tubuhnya
> yang
> > > akan menjadi bangkai, tetapi membiarkan hatinya yang kotor"
> > >
> > >
> > >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke