Mas Yap,
'Ribuan milis', 'soal identitas nggak populer': bisakah Anda membuktikan
klaim2 itu? Agak lucu bahwa Anda membackup pernyataan Anda dgn 'pakar2
yahoo, geocities, hotmail, dll; Bill Gate, HB Jassin, Kang Djalal, dst': ini
adalah penerapan kontra-tesis Anda, bahwa 'identity does matter'.
Adalah jelas bahwa freemail punya manfaat dan kelemahan sendiri. Saya juga
setuju bahwa substansi posting lebih penting ketimbang identitas pengirim,
tapi apakah dgn begitu kita hendak mengabaikan fakta bahwa ada korelasi
antara penyembunyian identitas dengan peluang penyalahgunaan freemail?
Tolong jangan terjebak dlm simplifikasi lebih lanjut spt 'memangnya yg tidak
menggunakan freemail tidak mungkin menyalahgunakan mailnya?', karena kita
memang sedang berbicara soal 'degree of possibility', dan akal sehat
mestinya gampang setuju bahwa freemail membuka peluang lebih besar bagi
penyalahgunaan ketimbang yg tidak. Mbak Erviana, Mas Bimbing, Mas Bambang,
Mbak Che, (dan entah yg lain - mis. Pabu, Ladrang, Marto "???") ternyata
adalah satu orang yg sama. Bagaimana bila identitas rangkap itu digunakan
untuk seolah2 saling bersepakat, saling menguatkan satu sama lain, padahal
itu berasal dari individu yg sama? Kelihatannya konyol (dan saya sedang
mengilhami - atau sudah dicoba? - seseorang utk melakukan hal konyol itu),
tapi jelas bahwa itu akan punya dampak psikologis yg efektif buat
memanipulasi jalannya diskusi.
Bahasa adalah senjata, Mas Yap, yg jauh lebih efektif untuk mempengaruhi
realitas sosial ketimbang senjata konvensional seperti pistol atau samurai.
Freemail sangat bermanfaat. Seperti pistol atau ganja juga punya manfaat.
Paradoks: maksimalisasi manfaat itu justru tercapai ketika pemanfaatannya
dibatasi.
Anda punya ide lain supaya diskusi di milis ini terhindar dari
penyalahgunaan freemail?
Salam,
Ferli
-----Original Message-----
From: Yap [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, 28 February 2000 2:00 pm
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pabu Sacilat
> > Mc Cain dengan Bush pun mampu 'bertikai' dalam topik keras tanpa
kehilangan
> > kendali diri untuk menyerang privacy.
>
> WAM:
> Itu kan McCain dan Bush. Mereka kan pakai nama asli dan _nggak neko-neko_.
> Kalau Pabu nggak mampu meniru mereka, ya wajar saja toh.
>
Yap:
Tergantung kadar akuntabilitasnya. Cobalah lihat di ribuan milis lainnya,
kasusnya sama, dan thread mempersoalkan identitas beneran ini sama sekali
nggak populer. Termasuk dimilis serius topica.com, MBTI, forex.com,
egroups.com, globelists.com dsb. Saya yakin pakar Yahoo.com, Geocities.com,
hotmail.com, usa.net dan lainnya mempunyai reasoning yang valid untuk
memberi kesempatan ber freemail. Sekurangnya encouraging! Yang menjadikan
setiap hari lebih dari 50.000 penduduk Amerika menambah komunitas internet
yang sekarang diseluruh dunia mencapai lebih dari 300 juta manusia. Lebih
dari 75% pakai freemail untuk berbagai keperluan, dan menggunakan user name
dari ISP-nya untuk keperluan tertentu. Itu juga kasus dalam bulk email yang
dikalangan marketer laris bak kacang goreng dan mengalirkan jutaan dollar
per hari. Amazon.com dan Yahoo.com tidak akan berada diperingkat puncak
saham favorit dunia kalau freemail dihapuskan dari kemungkinan
bertelekomunikasi didunia maya, yang memungkinkan kedua perusahaan itu
menggaet revenue 'billions of dollars' per tahun. Keunggulan Bill Gate dalam
positioning di software computer sudah berlalu, dan menempatkan Microsoft
Inc. hanya diperingkat 11 saham IT, walaupun IT sendiri merupakan kelompok
usaha dengan rating tertinggi diantara seluruh saham dibursa dunia. Dan
outputnya sangat bervariasi, mulai dari persahabatan, persekongkolan,
bundles of cash, sampai keseimanan. Untuk alasan dan sasaran tertentu
seorang terkemuka dan sangat credible menggunakan freemail tanpa kehilangan
akuntabilitas. Diantaranya menghindarkan hello effect.. Reasoning anda
mempertanyakan 'nama samaran' dan freemail termasuk yang valid, tetapi nggak
seluruhnya begitu. Di Indonesia, sebuah release "Langit Makin Mendung" oleh
Ki Panji Kusmin sama sekali tidak menebar fitnah. Dan sampai hari ini tidak
satupun berani memastikan bahwa tokoh itu adalah HB Yassin. Kang Djalal (Dr
Djalaluddin Rachmat- pemuka Syiah Indonesia) menggunakan 'nama samaran' dan
mendapat akseptansi jauh lebih luas daripada ketika memakai nama sebenarnya.
Dengan nada canda, ketika terbalik memasang name-tag-nya seorang boss
berujar : Everybody knows me. Nama samaran, jelas usaha menyembunyikan
identitas asli, tetapi tidak selalu berkonotasi negatip. It depends. Inama
amalu bil niat. Nama lembaga, gelar akademis, jabatan, kelompok, asal usul
dan sebagainya sangat berpotensi memunculkan hello effect yang membuat bias
komunikasi, ketika etika, budaya dan nyali turut berperan untuk membonsai
logika. Itu tergantung apakah seseorang ingin mendapat kredibilitas dan
legitimasi karena predikat yang disandangnya (gelar akademis atau organisasi
yang diwakilinya, misalnya) atau dari apa yang dikatakannya. Kecuali kalau
sudah tidak punya apa apa selain kebesaran nama.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!