At 08:48 16/02/00 -0800, Bimbing Atedi wrote:
>Sdr. Daniel, tulisan anda sama sekali tidak memberikan
>solusi dan tidak ada gunanya. Sebenarnya pakai e-mail
>gratisan itu tidak ada masalah.
> Ada ataupun tidak ada
>ISP nya juga tidak ada masalah.
Lho, yg bilang ada masalah itu siapa? Saya 'kan mengatakan ada kemungkinan
org menyalahgunakan e-mail gratis karena identitasnya nggak jelas. Tulisan
saya 'kan menanggapi e-mail sebelumnya, dng memberi pandangan dari beberapa
aspek. Jangan emosi dong. Payah kalau belum apa2 udah tersinggung terus emosi.
Kalau Anda dng tenang menyimak e-mail saya, maka Anda akan menangkap maksud
esensinya. Yakni PADA PRINSIPNYA memang e-mail gratisan (yg berdasarkan
web-mail) bisa disalahgunakan. Oleh karena itu pada prinsipnya saya setuju
kalau alamat e-mail yg dipakai dlm diskusi di milis adalah e-mail yg bukan
berdasarkan web-mail. TETAPI karena ini dilakukan maka sama saja dng
membatasi hak bicara dari mereka yg menggunakan web-mail ini. Sedangkan
mereka tentu saja mempunyai hak untuk bicara (ikut diskusi). Oleh karena
PEMBATASAN seperti itu yang akan menimbulkan masalah! (bukan we-mail-nya
sendiri). Demikian juga kalau prinsip alamat e-mail harus jelas (bukan
beradsarlkan web=-mail), tetapi hal ini akan sangat relatif kalau
pesertanya dari luar negeri, karena kita tidak mengetahui ttg ISP-ISP di sana.
Itulah yang saya maksudkan. Saya sama sekali tidak memasalahkan mereka yg
menggunakan e-mail gratis. Coba baca ulang dng kepala dingin.
> Masalahnya sekarang
>kita ini dewasa apa tidak dalam berdiskusi. Gampang
>marah tidak kalau diserang atau dicaci maki. PGI
>disenggol langsung marah dan mengeluarkan kuda-kuda,
>AR diinterpretasi meradang, PAN disebut sektarian
>kupingnya merah. Betapa gampang kita sakit hati dan
>emosi. Tidak heran betapa gampang pula kita diadu
>domba. Ada yang tidak beres di dalam otak kita. Cepat
>sekali kita mengidentifikasi kawan atau pun lawan.
Sekarang anda sendiri merasa dewasa atau tidak? Belum apa2 Anda sendiri
sudah marah-marah menanggapi e-mail saya . Secara salah mengerti lagi.
Belum apa2 justru Anda yang emosional.
>
>Internet memberikan sarana baru untuk demokrasi dan
>pelepasan unek-unek. Kalau ada yang marah akibat caci
>maki, silakan pukul monitornya. Dalam hal ini Internet
>juga mengajari kita dalam mengontrol emosi.
Internet khususnya milis diskusi, disediakan bukan u/ disalahgunakan.
Misalnya dng mennyebarluaskan hasutan, caci maki kotor dll. Apakah atas
nama demokrasi, kita bebas mencaci-maki tanpa etika???
Kalau Anda mencaci maki di internet, tidak berarti Anda mengontrol emosi.
Justru sebaliknya, emosi Anda tidak bisa Anda kendalikan, maka Anda
tumpahkan dlm bentuk caci-maki kotor, tanpa makna, hanya mengundang debat
kusir tanpa akhir.
>
>------dihapus-----
>
>Saya pikir diskusi busuk ini ya biarkan berjalan.
>Nanti juga akan reda dengan sendirinya. Yang dituntut
>kepada kita adalah kedewasaan dalam mengendalikan
>emosi.
Kalau memang begitu, untuk apa ada etika berinternet yang sudah disepakati
secara internasional?
>
>Wassalamualaikum Wr. Wb.
>B. Atedi
>Masih pake e-mail gratis di wartel
>
>
Salam Sejahtera
DANIEL H.T.
==========
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!