Sebentar  mBah, juga untuk Bung Yap (subjek:demo guru)

Guru-guru Jateng itu saya lihat lebih jelas tuntutannya
yaitu masalah keadilan dalam penggajian.

Guru-guru Jateng itu mempersoalkan Keadilan Internal
yaitu bahwa Guru naik Rp 67.500,- + Rp 50.000,- sedang
pejabat struktural memperpoleh kenaikan yang luar
biasa.

Selanjutnya mereka mengatakan bahw kalau memang kita
sedang kesulitan sebagai bangsa maka marilah kita
tenggang bersama-sama dan jangan seperti ini, demikian
mereka mengatakan di TV. Oleh karena itu, mereka
menuntut agar SK Dirjen Anggaran mengenai kenaikan itu
dicabut.

Keadilan memang menyangkut rasa. Sebelum demo guru itu
marak karyawan UGM telah berdemo untuk menyuarakan
ketidakadilan yang mereka rasakan. Mungkin disinilah
masalahnya, bukan masalah kenaikan tingkat gaji namun
lebih kepada perubahan tunjangan struktural yang
dirasakan tidak adil sehingga mereka menutut kenaikan
tingkat gaji lebih dari 300% (pemerintah). Bahkan
setelah demo karyawan UGM yang mengawali rangkaian
ungkapan rasa ketidakadilan itu, Rektor UGM dan IAIN
akan memberikan 50% tunjangan strukturalnya yang 9 juta
itu kepada karyawan yang bergaji rendah. Meskipun ini
juga belum tentu memenuhi keadilan internal itu.

Oleh karena itu, ketika Yahya Muhaimin mengatakan bahwa
kenaikan gaji guru lebih dari 300% tidak wajar maka
para guru itupun juga berhak berpendapat bahwa kenaikan
tunjangan struktural itu juga tidak wajar. Ini jelas
bukan zero sum games sehingga kesediaan kedua belah
pihak untuk mengubah nilai permainan agar bisa
ditemukan equlibrium (paling tidak sementara) harus
dilakukan. Namun satu hal pasti bahwa rencana pemogokan
mereka pada saat EBTANAS disamping akan mengurangi
simpati publik yang terkena dampak langsung juga harus
diingat bahwa diluar guru negeri juga ada guru swasta.

��
----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 20, 2000 4:48 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Lho, kan ....


lha itu kan karena
usaha bertapa di "awu-awu" langit sudah bikin
goro-goro.
membuat panas suasana to koh? malah merembet-rembet
nggak keruan, sampai para guru ikutan "nggoro-goro"
dengan
lakon "300.000 guru Jateng GUGAT"

soel
------




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke