On Thursday, 20 April 2000 Wisnu Ali Martono wrote:
> Pertama, secara demokratis, so what kalau AR mau jadi presiden? Tukijan
> yang tukang becak aja punya hak kok. Soal apakah dia kepilih, nanti dulu.
> Yang jelas, jika tidak ada orang macam GD atau MW, AR tidak akan dapat
> banyak suara dari orang Islam kebanyakan. Adanya GD yang omongannya
> mencla-mencle dan banyak menyakitkan orang Islam, menyebabkan pamor AR
> naik. Juga MW yang tidak juga beranjak dari kesukaannya untuk diam.
Tentang so what, sudah dibetulkan dibawah. Jadi hemat energi, nggak perlu
dicomment.
Tentang omongan GD mencla mencle dan banyak menyakitkan orang Islam, yang
mana ya ?
Mungkin ini perlu diklarifikasi. Atau cuma belum paham. Coba dipikir sekali
lagi.
Tentang MW yang dirindukan suaranya (selalu dikecam karena diam), lha wong
diam saja negara sudah bising begini, tiap hari ada demo, tiap hari ada
kontes pernyataan, apalagi kalau semua pada ngomong.
Saya jadi ingat comment mas aswat, makin banyak ngomong makin ketahuan siapa
dianya.
Kontribusi apa yang telah diberikan para vokalis itu dalam mengatasi krisis
ini? Jangan jangan kontribusi negatip. Coba dipikir sekali lagi.
> > Lho, kan... cobak dari dulu ngomong jelas gitu rak malah bagus.
> > Orang punya ambisi kan bolah boleh saja. Wong gratis. Baguslah itu.
> > Kalau tercapai ya syukur. Kalau tidak ya nggak usah kecewa.
> > Gitu aja kok repot.
>
> WAM:
> Tul.
> Dan apakah AR mau ngomong dari dulu atau nggak, ya urusannya AR sendiri
> lah.
Dengan logika yang sama, mestinya tentang GD dan MW itu, ya urusannya GD dan
MW sendiri.
Apa gitu ya? It takes two tango. Coba dipikir sekali lagi.
yap
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!