Itu namanya ampun ampunan. Daripada kegusur, njilat ludah sedikit sedikit
nggak apalah.
Itu bahasa kocaknya. Bahasa resminya, dalam politik berubah ubah pendapat
itu biasa. Ini kan dalam rangka pembelajaran demokrasi kepada rakyat yang
masih pada bodoh berdemokrasi. Artinya perlu juga diberi contoh yang salah,
supaya yang lain pada menghindari. Cukup saya sajalah yang mengalami. Lho,
kan heroik.

Masih ingat issue Negara Federal? Mula mula dikatakan bentuk solusi terbaik,
setelah ditentang sana sini, diubah menjadi sekedar wacana pemikiran. Lalu
sekarang lenyap ditelan anjingnya pak Hombing yang  lain.(Anjingnya pak
Hombing, kata mBah Soel namanya: topik). Ini namanya strategi populis.
Padahal saya termasuk pendukung berat negara federal, atau kalau perlu
perpisahan damai, masing masing membentuk negara merdeka sendiri tanpa
saling ribut, lalu bekerja keras memajukan negaranya masing masing, dalam
ukhuwah persaudaraan yang tetap mesra. Lha kok sama promotornya dicabut. Ya
sudah.

yap
--------------------------
Success is neither magical nor mysterious.
Success is the natural consequence of consistently applying basic
fundamentals.

----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, 20 April 2000 7:23 WIB
Subject: Re: [Kuli Tinta] Salahkah Amien?


> Sekedar sebagai tambahan,
>
> AR dalam wawancara di TV kemarin mengatakan bahwa
> kritikannya yang tajam adalah dalam wacana demokrasi.
> selanjutnya AR mengatakan bahwa Insya Allah ia tidak
> akan menggusur atau mendongkel GD.
>
> Jadi, sudah amat jelas bukan? Mengapa diributkan?
>



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke