On Mon, 24 Apr 2000, Wisnu Ali Martono wrote:

> WAM:
> Menurut sejarah (atau cerita?), Fidel Castro disuruh ayahnya untuk sekolah
> seminari. Dan dia memang sempat sekolah di sana sebelum menjadi Marxis.
> Harus diingat, di negara Amerika Latin menjadi pastor (dulu) adalah
> cita-cita bergengsi. Itu juga terjadi di Nikaragua. Akan tetapi, manakala
> Marxisme menguat, tidak ada yang bisa dilakukan oleh gereja. Di Nikaragua,
> ketika revolusi berlangsung, kaum gereja juga dirangkul oleh Sandinista,
> yang segera ditendang manakala Somoza terkalahkan. Sama dengan Kuba.

WAM:
Dan kejadian di Timtim juga begitu kan?
Pentolan-pentolan Fretilin juga lulusan seminari?




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke