On Wed, 26 Apr 2000, Indra Bayu wrote:

> Memangnya kalau satu parpol pasti kompak? Pura2x bodoh, mau membodohi, atau
> apa? GD bilang mereka nggak kompak. Ya udah, itu aja dulu diterima. Lihat
> langkah selanjutnya positif enggak. Di Makasar mahasiswa sweeping orang jawa
> trus digebukin gara2x yang mereka pikir "wakil Makasar" dicopot oleh orang
> jawa.

WAM:
Lha itu sintingnya mahasiswa yang melakukan sweeping.
Memangnya kalau orang Jawa terus otomatis jadi pendukung Gus Dur apa?
Cuma kodok yang berfikir simplisistik seperti ini. Apa iya sih, mahasiswa
cara penalarannya kaya kodok begini? 

Kalau orang Makasar marah karena Yusuf Kalla dicopot, terus orang
Palembang (?) marah karena Laksamana dicopot, terus orang Jawa marah
karena Wiranto dicopot, terus orang Kalimantan marah karena Hamzah
Haz dicopot, orang Cina marah (kalau) KKK dicopot, lha mau
diapakan negara ini? 

Bahwa Gus Dur mesti menjelaskan kenapa dia mencopot dua orang itu, itu
saya dukung. (Dan banyak orang juga mendukung). Tapi kalau terus melakukan
sweeping, itu yang ngawur. Gimana kalau orang Jawa (yang sebenarnya juga
sebel sama Gus Dur) terus melakukan pembalasan? Jadi kodok semua kan?

Tapi, untuk sementara, biarkan para mahasiswa Makasar sendiri yang meniru
kelakuan kodok. Nggak bisa menalar. Memalukan. 






- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke