Saya kira generalisasi mahasiswa makassar melakukan sweeping terhadap orang
jawa dan lantas karena itu di katakan berpikiran kodok adalah tuduhan yang
tidak pantas dan tidak layak.
Saya tidak setuju dengan generalisasi itu.
Saya adalah mahasiswa makassar, dan saya sama sekali tidak setuju dengan
tindak "berpikiran sempit itu".
Jumlah mahasiswa yang melakukan sweeping sangat kecil dan tidak signifikan
untuk merepresentasi mahasiswa makassar.
Penutupan jalan yang di lakukan oleh 30 mahasiswa yang sok pahlawan, membuat
puluhan ribu mahasiswa lainnya jengkel.
Universitas Hasanuddin, dari awal tidak pernah setuju dengan aksi seperti
ini, mulai dari zaman reformasi, sidang istimewa, tuntutan sulawesi merdeka,
mahasiswa Unhas tidak pernah terlibat aksi anarkis sepri itu.
Saya berani menjamin berdasarkan pengamatan saya di lapangan, jumpal
kelompok itu tidak lebih dari 4 % dari semua mahasiswa makassar.
M. Aqsa Uce.
-----Original Message-----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, April 26, 2000 2:16 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Dimyati said...
>On Wed, 26 Apr 2000, Indra Bayu wrote:
>
>> Memangnya kalau satu parpol pasti kompak? Pura2x bodoh, mau membodohi,
atau
>> apa? GD bilang mereka nggak kompak. Ya udah, itu aja dulu diterima. Lihat
>> langkah selanjutnya positif enggak. Di Makasar mahasiswa sweeping orang
jawa
>> trus digebukin gara2x yang mereka pikir "wakil Makasar" dicopot oleh
orang
>> jawa.
>
>WAM:
>Lha itu sintingnya mahasiswa yang melakukan sweeping.
>Memangnya kalau orang Jawa terus otomatis jadi pendukung Gus Dur apa?
>Cuma kodok yang berfikir simplisistik seperti ini. Apa iya sih, mahasiswa
>cara penalarannya kaya kodok begini?
>
>Kalau orang Makasar marah karena Yusuf Kalla dicopot, terus orang
>Palembang (?) marah karena Laksamana dicopot, terus orang Jawa marah
>karena Wiranto dicopot, terus orang Kalimantan marah karena Hamzah
>Haz dicopot, orang Cina marah (kalau) KKK dicopot, lha mau
>diapakan negara ini?
>
>Bahwa Gus Dur mesti menjelaskan kenapa dia mencopot dua orang itu, itu
>saya dukung. (Dan banyak orang juga mendukung). Tapi kalau terus melakukan
>sweeping, itu yang ngawur. Gimana kalau orang Jawa (yang sebenarnya juga
>sebel sama Gus Dur) terus melakukan pembalasan? Jadi kodok semua kan?
>
>Tapi, untuk sementara, biarkan para mahasiswa Makasar sendiri yang meniru
>kelakuan kodok. Nggak bisa menalar. Memalukan.
>
>
>
>
>
>
>- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!