> -----Original Message-----
> From: Begaya Wisnu [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> Ini kan gara-gara kabinet-kompromi-antar-parpol yang
> sungguh mengherankan.
> Maka ya ada rada-rada malu kalau
> wakilnya dikeluarin dari squad. Coba sepenuhnya ini
> hak prerogatif presiden bener-bener, kan ngak membuat
> malu ati ?
>
Mundur dikit.
Sebenarnya siapa sih yang paling bertanggung jawab menjadikannya bukan
sepenuhnya hak prerogatif presiden? Kira2x kalau GD dulu saklek bikin
kabinet sendiri gimana? mungkin lebih baik. Yah, orang lain ngrecokin atau
nggak puas ya biarin aja. Dari pada kaya' sekarang, dulu kerjasama -
sekarang nggak.
Salah orang ngrecokin hak prerogatif presiden. Tapi presiden mengajak pihak
lain untuk memutuskan bersama2x hal yang mejadi hak prerogatifnya rasanya
juga nggak bener. Minta pertimbangan atau masukan mungkin ok. Tapi kalau
sampai sampai pada garansi, ya seperti yang anda bilang, jadi malu ati. Atau
para pemberi garansi yang maksa memberi garansi padahal nggak diminta?
Lucu, menteri kan pembantu presiden. Masa mengganti pembantu sendiri semua
orang jadi ribut.
Bayu
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!