On Friday, May 05, 2000,  Wisnu Ali Martono wrote:

>Dus, lucu juga ya, yang dulu ngeributin pak Harto karena mengangkat Bob
>Hasan dan Tutut jadi menteri. Pan itu hak prerogatif presiden..........
>Dus, ngawur juga ya, yang melakukan demo terus-terusan mengkritik hak
>prerogatif pak Harto.. Hayo, siapa yang berani bilang...iya....?

Pengangkatan Tutut justru terlambat. Mestinya dia Mensos pada kabinet
sebelumnya, hasilnya rasanya lebih bagus. Mungkin saja pada kabinet yang
terakhir itu posisinya sudah Wapres. Dan sangat boleh jadi negara kita sudah
punya SSN. Bahkan sangat mungkin dampak krisis nggak begitu hebat, karena
masyarakat miskinnya sudah makin berkurang. Minimal punya ketahanan
lebihlah. Yang jelas pada pertengahan Pelita VI anak anak bliouw kan sudah
kekenyangan, jadi sudah berpikir arus balik, mengalirkan bantuan dana untuk
masyarakat susah.
Kalau pengangkatan Bob memang menyakitkan, karena banyak yang lebih pantas.
Dan agak repotlah kalau pengusaha merangkap penguasa. Bisa take all.

Tentang hak prerogatif, ya memang prerogatif. Artinya suka suka. Jadi yang
memprotes ya sia sia. Apalagi untuk Pemerintah Soeharto yang didukung 70%
suara legislatif.

Inilah hebatnya Soeharto, mencuri dengan bahasa hukum. Dibuat dulu aturan
bahwa perbuatan mencuri itu bukan mencuri, baru dilakukan pencuriannya. Jadi
kalau dituntut secara hukum ya sulit banget lah. Makanya biarpun Jaksa Agung
diganti 50 kali sehari ya tetep aja nggak ada kemajuan.

Apakah Pemerintah sekarang bisa menuju kesana? Sangat bisa. Karena power
yang ada ditangannya. Dan power tends to corrupt. Masalahnya tinggal kemauan
dan kesempatan. Yang bisa kita kontrol, mempersempit kesempatannya. Dengan
transparansi yang semakin transparan ya kesempatan itu semakin sempit. Jadi
optimis sajalah.

yap



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke