> On Tue, 9 May 2000, jsujanto wrote:
>  
> > Peristiwa Jawa Pos, seyogyanya dijadikan alat mawas-diri oleh semua pihak.
> > Khususnya di kalangan praktisi media massa, seharusnya tidak memberitakan
> > jika hanya berdasarkan "by hearsay", gossip maupun keterangan teman
> > dekatnya. Masih harus dilakukan investigative reporting.
> 
> WAM:
> Di Anteve tadi malam disebut, pemberian duit 35 M itu memang BENAR
> terjadi! Yang masih belum jelas benar, SIAPA penerima duit sebanyak itu?
> Dan rasanya, jika semua pihak mau, tidak sulit untuk mencari tahu siapa
> orang itu. Dan itu akan lebih mudah dilakukan jika kasus JP dibawa ke
> pengadilan.

Itulah, perkara 35 M itu memang ada. Tempo cuma salah tulis, bukan Hasyim 
Muzadi, tapi Hasyim Wahid. Orang GD yang ditarok dan jadi ketua PDIP sebelum 
konggres kemarin, dan sekarang dia jumpalitan di BPPN. Lihat juga 
langkah-langkah Rozy Munir. Kukira Tempo masih akan ngotot memberitakan hal ini.

Katanya menjunjung supremasi hukum, tapi proses hukum sama sekali diabaikan. 
Masih suka model pemaksaan pake tentara swasta. Dan GD malah mengamini.

Banyak orang terutama Jawa masih suka menghibur diri, mencoba menutup-nutupi, 
fakta sudah bicara, tapi tidak mau menerima kenyataan. Siap-siap nyungsep Gus.

Darana
Plymouth 




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke