--- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Berikut adalah satu alinea yang saya ambil dari
> Detik.com hari ini:
> 
> Walaupun begitu, Cholil sangat menyayangkan sikap
> Banser yang menduduki
> kantor perusahaan koran terbesar di Surabaya ini.
> Saya paham dengan
> kekecewaan mereka itu. Kalau saya mau, saya minta
> masyarakat se-Jawa
> Tengah haram membaca koran Jawa Pos. Habis sudah
> nanti, canda saudara
> kandung Mustofa Bisri ini. (asy)
> 
> WAM:
> Jadi, rupanya soal haram atau tidak itu bisa cuma
> dikarenakan omongan
> seorang kiai ya? Bakal jadi repot kalau begini.
> Kalau kiainya seneng,
> dianggap halal. Kalau kiainya murka, bisa seenaknya
> dirubah jadi haram.
> Pada akhirnya, memang cuma aturan dari Tuhan yang
> tidak berubah-ubah.
> Sedangkan yang dibuat manusia, sering sangat
> subyektif. Mbok nggak usah
> bawa-bawa soal haram untuk urusan duniawi ini.


Haram yang dimaksud kiai Cholil ini pasti dalam tanda
kutip.

Teman di sebelah saya, yang ikut baca posting ini
mengomentari 'ini sih bukan straightforward'. Lalu
apa?, aku tanya. Dia cuma nggleges saja.

=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send instant messages & get email alerts with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com/

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke